Pakar Menilai Evaluasi PSBB Diperlukan RI tapi Tak Bisa Serampangan

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Rabu, 06 Mei 2020 02:36 WIB
Petugas memeriksa penumpang di dalam kendaraan yang melintas di Posko Check Point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2020). PSBB diterapkan di Padang dan kabupaten/ kota lain di provinsi itu mulai Rabu (22/4/2020) hingga 5 Mei 2020 untuk menghentikan penyebaran COVID-19, diantaranya dengan membatasi aktivitas di luar rumah, wajib menggunakan masker serta pembatasan jumlah penumpang kendaraan roda empat dan roda dua.
Foto ilustrasi (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta -

Akhir pekan lalu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan pemerintah tengah mewacanakan relaksasi kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah berlangsung di empat provinsi dan 22 kabupaten/kota.

Mahfud beralasan, jika dikekang terus masyarakat akan stres dan imunitas akan menurun. Selain itu, menurut Mahfud pemerintah juga mendapatkan banyak masukan terkait dampak sosial dan ekonomi akibat PSBB.

Dua hari kemudian Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan penerapan PSBB yang dimulai pertama kali di Provinsi DKI Jakarta pada 10 April 2020 itu perlu dievaluasi. "Mana yang penerapannya telalu over, terlalu kebablasan, dan mana yang masih kendor," ujar Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan evaluasi tersebut sangat penting dijalankan agar ada perbaikan dalam penerapannya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta bagi daerah yang melakukan PSBB agar memiliki target-target yang terukur.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan langkah Presiden Jokowi untuk mengevaluasi jalannya PSBB sangat tepat. Menurut Dicky PSBB yang saat ini diterapkan memang tidak direncanakan dengan matang.

"Terutama dari aspek sosialisasi dan dukungan pada masyarakat," ujar Dicky yang juga kandidat doktor bidang Global Health Security and Pandemic, menyampaikan pandangannya kepada detikcom, Rabu (6/5/2020).