Redam Dampak Corona, ACT Bareng Ulama Gelorakan Gerakan Satu Bantu Satu

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 18:20 WIB
ACT
Foto: Aksi Cepat Tanggap
Jakarta -

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama ulama mendeklarasikan gerakan "Satu Bantu Satu" pada Selasa (5/5/2020). Gerakan itu dibuat untuk mengatasi dampak luas pandemi COVID-19, terutama aspek sosial-ekonomi masyarakat.

Laporan dari Pemprov DKI Jakarta menunjukkan selama tiga bulan terakhir ini, semakin banyak orang yang semula tidak masuk dalam daftar warga tidak mampu kemudian menjadi bagian dari daftar warga tidak mampu. Hal itu mendorong ACT dan para ulama untuk bergerak memberikan bantuan.

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar mengatakan gerakan tersebut menjadi spirit baru untuk bersama-sama menyelamatkan bangsa. Dalam gerakan 'Satu Bantu Satu', ACT mengajak individu membantu individu, keluarga membantu keluarga, hingga negara membantu negara lain.

"Alhamdulillah hari ini kita bertambah spirit baru bersama ulama selamatkan bangsa, banyak masalah kemiskinan yang bertambah saat ini. Gerakan Satu Bantu Satu hadir supaya tidak ada satu pun yang tidak memiliki makanan di kondisi yang sedang susah ini. Karena melalui gerakan ini, setiap satu orang bantu satu orang lainnya. ACT akan mendukung dan mengawal penuh gerakan ini dan melibatkan seluruh elemen bangsa tanpa memandang SARA," ujar Ibnu dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2020).

Gerakan 'Satu Bantu Satu' yang diinisiasi oleh para ulama juga dilandasi oleh satu hikmah besar dari hijrahnya umat muslim dari Mekkah ke Madinah. Kaum Muhajirin yang pergi tak membawa harta, mendapatkan bantuan dari kaum anshar yang menerima kedatangan saudaranya dengan suka cita.

Salah satu tokoh ulama, Ustadz Haikal Hassan mengatakan dengan jumlah penduduk Indonesia yang ada dalam keadaan mampu lebih banyak dari jumlah penduduk kurang mampu seharusnya bisa membantu untuk mengentaskan kemiskinan.

"Alhamdulillah gerakan Satu Bantu Satu direspons baik oleh ACT. Hal ini didasari fakta, jumlah 260 juta penduduk, 220 juta masyarakat Indonesia dalam keadaan mampu dengan jumlah 40 juta di bawah garis kemiskinan. Seharusnya, bisa saling membantu mengentaskan problem kemiskinan yang ada. Program ini tidak melihat SARA, apabila ini bisa diterapkan dengan maksimal maka tidak ada lagi orang miskin, karena satu orang bantu satu. Insya Allah gerakan ini dapat menjadi gerakan nasional tanpa memandang suku atau etnis apapun, Insyaallah kita bisa mengatasi kemiskinan bersama," kata Haikal.

Ketua Divisi Penyaluran Bantuan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 MUI Ustadz Khairan Muhammad Arif turut mendukung gerakan "Satu Bantu Satu" yang merupakan bagian dari sedekah. Menurutnya, dampak dari pandemi virus Corona dapat diatasi dengan memaksimalkan sedekah.

"Jika memang mau menghilangkan dampak COVID-19 sebenarnya bisa melalui sedekah. Hal ini telah banyak disampaikan dalam riwayat hadits. Sedekah itu mencegah wabah, bencana dan bala. Kita pun diberikan kesempatan di bulan Ramadan ini, semua pintu surga dibukakan. Sedekah menjadi salah satu jalan masuk surga terlebih di bulan Ramadhan, mari kita mendukung gerakan ini supaya kita bisa memaksimalkan sedekah di bulan Ramadhan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin juga mengajak masayarakat untuk terlibat dalam gerakan "Satu Bantu Satu". Saling tolong menolong, jelas Din, adalah bentuk pengalaman ajaran Alquran.

"Di bulan Ramadan dan di tengah wabah Corona yang ada saat ini, sehingga banyak yang terdampak secara ekonomi. Saatnya kita mengamalkan ajaran Alquran, saling membantu, saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketakwaan. Kita tetapkan siapa yang perlu kita bantu, InsyaAllah kesusahan, keprihatinan dan wabah Corona ini segera berlalu. Saatnyalah jika kita ingin menjadi orang yang bertakwa, mari bersama Satu Bantu Satu," ujarnya.

Acara deklarasi gerakan "Satu Bantu Satu" dihadiri sejmlah ulama, antara lain Ustadz Bobby Herwibowo, Ustadz Fadlan Garamatan, serta petinggi ulama lainnya. Masyarakat dapat mendukung gerakan "Satu Bantu Satu" bersama para ulama untuk selamatkan bangsa melalui www.Indonesiadermawan.id/SatuBantuSatuSelamatkanUmat.

(akn/ega)