Pengurus PD Beri 3 Hari ke Denny Siregar untuk Hapus Cuitan soal Almira

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 17:37 WIB
Partai Demokrat Batal Laporkan Denny Siregar
Foto: Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat Ardy Mbalembout (dok. istimewa)
Jakarta -

Pengurus Partai Demokrat mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Denny Siregar perihal cuitannya terkait Almira Tunggadewi Yudhoyono, anak Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun niat itu urung dan berganti menjadi permintaan agar Denny menghapus cuitannya tersebut dalam waktu 3 x 24 jam, dengan ancaman jika tak dilakukan maka pihaknya akan mensomasi hingga mempolisikan Denny.

"3 x 24 jam (waktu yang diberikan Demokrat untuk Denny Siregar menghapus cuitannya terkait Almira-red). Nah itu (somasi-red) salah satu langkah kalau dia tidak ada itikad baik. Jadi saya sudah mencoba berkomunikasi dengan teman-teman jaringan untuk komunikasikan dengan Denny Siregar ini. Jadi lagi dijadwalkan untuk pertemuan. Mudah-mudahan dalam minggu ini ada hasilnya. Kita lihat perkembangannya." kata Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat Ardy Mbalembout di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2020).

Ardy menjelaskan jika somasi juga tak digubris Denny, maka langkah terakhirnya akan meminta pertanggungjawaban secara hukum. Menurutnya, perbuatan Denny memenuhi unsur-unsur tindak pidana.

"Kita ini kan negara hukum, kalau itu (langkah hukum-red) harus ditempuh, ya kami lakukan. Karena semua unsur-unsurnya sudah kami pelajari dan masuk," ujar Ardy.

Ardy mengaku sebenarnya ingin membuat laporan polisi terkait hal ini. Namun dia mengatakan telah berkonsultasi dan mempertimbangan situasi pandemi Corona serta momen Bulan Ramadhan, akhirnya pihaknya hanya meminta Denny menunjukan itikad baik.

"Sebenarnya saya sebagai pengurus ingin melaporkan yang bersangkutan, karena secara unsur (pidana-red) memenuhi Pasal 76c dalam UU Perlindungan Anak, ditambah juncto Pasal 310 KUHP juncto Pasal 27 UU ITE. Tetapi hasil kami konsultasi dengan teman-teman, dalam situasi pandemi dan situasi puasa ini, jadi kami meminta yang bersangkutan, Denny Siregar untuk mendelete tulisan-tulisan dia di Twitter itu," jelas Ardy.

Ardy menuturkan Denny Siregar yang memiliki banyak pengikut di media sosial semestinya memberikan pengaruh positif. Ardy berpendapat yang diperbuat Denny malah membunuh prestasi seorang anak.

"Karena ini dia kan membunuh kreativitas anak Indonesia yang berprestasi. Dia sebagai publik figur dengan pengikut yang sangat banyak, seharusnya memberikan influencer yang positif agar anak ada kepercayaan diri bagi anak Indonesia lain. Ini kan dia membunuh kreativitas anak Indonesia, ini bukan karena anak Bu Annisa (Anissa Yudhoyono) ya, tapi cenderung membunuh kredibilitas anak Indonesia," ucap Ardy.

Selanjutnya
Halaman
1 2