Viral Driver Ojol Jambi Protes Dibubarkan, Polisi Bicara Aturan Jam Malam

Ferdi Almunanda - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 17:11 WIB
Screenshot video viral driver ojol protes dibubarkan polisi di Jambi
Foto: Screenshot video viral driver ojol protes dibubarkan polisi di Jambi
Jambi -

Sebuah video yang menunjukkan ada pengemudi ojek online (ojol) di Jambi yang protes saat dibubarkan polisi viral. Polisi pun menjelaskan soal aturan jam malam yang dibuat untuk mengurangi aktivitas warga di luar rumah selama pandemi Corona.

Dilihat detikcom, Selasa (5/5/2020), dalam video viral berdurasi 2 menit itu terlihat ada seorang driver ojol wanita yang protes diminta bubar oleh polisi saat sedang berkumpul. Peristiwa itu disebut terjadi di Danau Sipin, Jambi.

"Sekarang ini keadaannya susah, Bapak harusnya ngerti akan kepentingan kami ini," kata pengemudi ojol wanita itu.

Polisi yang ada di lokasi tersebut kemudian menjelaskan alasan pihaknya meminta pengemudi ojol tersebut untuk pulang. Dia mengatakan saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB.

"Justru kami juga ngerti, karena kami ngerti, jam 10 kami harus bubarin Bu. Jam 10 kami rasa sudah pas. Silakan Ibu ke Wali Kota, Bu, rumah dinasnya jelas. Kalau Ibu tidak mau, Ibu kami angkat itu aturannya," ujar polisi itu.

Pengemudi ojol itu tetap tidak menuruti permintaan petugas. Dia beralasan dirinya bukan pelaku kejahatan.

"Kami tidak ganggu orang kok, kami juga tidak maling," ujar driver ojol itu.

Pengemudi ojol itu menjelaskan dirinya akan pulang setelah mendapat pesanan lagi. Dia beralasan butuh uang sehingga bekerja hingga malam hari.

Kapolsek Telanaipura Jambi, AKP Yumika Putra, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat petugas sedang melaksanakan kegiatan patroli jam malam.

"Iya memang benar, itu kejadian saat petugas Bhabinkamtibmas bersama pihak kecamatan sedang lakukan patroli jam malam. Awalnya insiden itu terjadi lantaran saat pengemudi ojol tersebut sedang berkumpul-kumpul. Bukan petugas menyuruh tidak boleh beraktivitas. Lalu saat mereka sedang berkumpul maka kemudian petugas kita membubarkannya, saat itu yang lain pada bubar tetapi mbak itu saja yang tidak mau bubar lalu terjadilah kejadian itu," kata Yumika.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2