Eks GAM Masuk BRR Berdampak Positif
Jumat, 16 Des 2005 16:53 WIB
Jakarta - Masuknya mantan petinggi GAM, Kamaruzzaman, dalam struktur Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) Nias dan Aceh, diakui berdampak amat positif. Percepatan pelaksanaan pembangunan kembali daerah yang terlanda tsunami itu meningkat signifikan. "Kecepatan tiga bulan terakhir meningkat karena Kamaruzzaman di sana (BRR). Di kantung tertentu, pembangunan bisa lebih mulus," ungkap Ketua BRR Kuntoro Mangkusubroto pada wartawan di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Dengan perkembangan baik ini, Koentoro yakin target pembangunan 30 ribu rumah bagi para pengungsi hingga akhir tahun ini bisa tercapai. Sementara untuk 2006, ditargetkan dapat dibangun rumah sebanyak 78 ribu unit rumah dari total 120 ribu rumah pada 2007. Itu berarti minimal butuh waktu 1,5 tahun lagi agar 500-an ribu orang pengungsi korban bencana tsunami dapat kembali tinggal di tempat yang layak. Mengingat makin kurang sehatnya kondisi di tenda-tenda penampungan dari waktu ke waktu, perlu dilakukan percepatan pembangunan perumahan. "Memahami sulitnya hidup di barak, kita akan kerja lebih keras lagi. Perlu percepatan agar pembangunan perumahan dapat selesai 2007," jelas mantan menteri pertambangan ini. Lebih lanjut, Kuntoro mengatakan, sejauh ini BRR mencatat adanya komitmen batuan dari luar negeri sebanyak US$ 7,1 miliar. Dari jumlah itu, yang diterima pihaknya baru sebanyak US$ 4,4 miliar. Sekitar US$ 2,6 miliar di antaranya sudah ditenderkan untuk berbagai proyek rekonstruksi di Nias dan Aceh. "Memang belum turun semua, tapi ini satu prestasi luar biasa. Karena BRR baru berdiri tujuh bulan tapi mendapat kepercayaan tinggi," imbuhnya.
(nrl/)











































