Rektor Se-Indonesia Siapkan Protokol Corona di Tahun Akademik Baru

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 14:20 WIB
Rektor UGM, Panut Mulyono, Jumat (24/5/2019).
Rektor UGM, Panut Mulyono (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta -

Rektor seluruh Indonesia yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyebut telah menyiapkan protokol kesehatan virus Corona (COVID-19) di tahun akademik baru. Hal Itu sebagai langkah antisipasi belum berakhirnya masa pandemi Corona di Indonesia.

Ketua MRPTNI Jamal Wiwoho menyebutkan para rektor perguruan tinggi di Indonesia telah sepakat untuk tetap melaksanakan jadwal semester awal 2020/2021 sesuai dengan kalender akademik perguruan tinggi yang telah ditentukan sebelumnya. Namun dia mengatakan akan ada penyesuaian yang harus dilakukan para perguruan tinggi dalam merespons kondisi di tengah pandemi virus Corona.

"Atas pertimbangan jika jadwal semester genap 2019/2020 mengalami perpanjangan waktu berpotensi terjadi penambahan biaya operasional perguruan tinggi. Untuk itu, jadwal pelaksanaan semester awal 2020/2021 agar tetap dilakukan sesuai kalender akademik perguruan tinggi yang diberlakukan selama ini dengan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan," kata Jamal dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/5/2020).

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono menerangkan, protokol kesehatan COVID-19 di tahun akademik baru yang dimaksud ialah memindahkan banyak kegiatan awal perkuliahan dari offline ke online. Panut menyebutkan, kegiatan Ospek atau perkuliahan dengan mengundang tokoh publik bisa dilakukan secara daring jika pandemi virus Corona belum juga berakhir.

"Prinsipnya ketika penyesuaian tahun akademik baru kita akan memperhatikan protokol COVID-19. Misalnya, mahasiswa baru yang ada ospek itu bentuknya harus disesuaikan. Lalu pembukaan kuliah misalnya ada kuliah tamu atau tokoh itu bisa kita laksanakan secara daring," ujarnya.

Terkait ujian tulis berbasis komputer (UTBK), Jamal memastikan akan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal, yaitu pada 12-22 Juli 2020. Dia menyebutkan ujian tulis tersebut akan tetap dilaksanakan secara offline dengan tetap memperhatikan protokol dan perkembangan COVID-19.

"Rencana UTBK yang dilakukan pada tanggal 12 hingga 22 Juli 2020 rencananya tetap dilaksanakan secara offline dengan tetap memperhatikan protokol COVID-19 dan juga memperhatikan perkembangan terbaru virus Corona. Jadi para calon mahasiswa tetap bisa melakukan tesnya di tempat-tempat calon mahasiswa mendaftarkan," pungkas Jamal.

(idn/idn)