Muhammadiyah Minta Polisi Tak Proses Hukum Perempuan Salat Sambil Joget

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 12:50 WIB
Abdul Muti (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Seorang perempuan di Nusa Tenggara Barat (NTB) diamankan polisi karena membuat video salat sambil berjoget yang kemudian disebarkan di media sosial (medsos). Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan ibadah tidak boleh dibuat main-main.

"Salat adalah ibadah mahdhah yang harus ditunaikan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad. Niat, bacaan, dan gerakan harus sesuai dengan tuntunan agama. Tidak boleh main-main," kata Abdul Mu'ti kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

Namun, terkait video viral joget sambil salat, Mu'ti menilai kasus tersebut sebaiknya tidak ditangani lewat proses hukum. Sebab, menurutnya, perempuan dalam video tersebut tidak ada niatan melecehkan agama.

"Akan tetapi, terkait dengan video di NTB itu tidak seharusnya ditangani polisi. Bisa diberikan pembinaan oleh orang tua, guru, atau tokoh agama. Terlihat video itu dibuat spontan. Tidak ada unsur melecehkan agama. Ide mengunggah di media sosial juga tidak dimaksudkan menyebarkan ajaran sesat. Nampaknya dia hanya ingin mendapatkan popularitas," ujarnya.

Dia mengatakan kasus tersebut harus menjadi pelajaran bagi orang tua dan para pendidik untuk meningkatkan pembinaan agama di kalangan generasi muda.

Mu'ti meminta perempuan tersebut diserahkan kembali ke pihak keluarga alias tidak ditahan. Dia meminta perempuan tersebut diberikan pembinaan.

Selanjutnya
Halaman
1 2