80 Persen Perempuan Menikah Inginkan Aborsi

80 Persen Perempuan Menikah Inginkan Aborsi

- detikNews
Jumat, 16 Des 2005 15:47 WIB
Jakarta - Aborsi? Kata itu biasanya identik dengan remaja yang hamil di luar nikah. Tapi ternyata, sebanyak 80 persen perempuan yang menikah secara sah dan masih bersuami berkeinginan melakukan aborsi. Mengapa?Data 80 persen perempuan menikah ingin aborsi disampaikan Ninuk Widiantoro dari Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) dalam diskusi "Aborsi dalam Perspektif RUU Kesehatan", di kantor DPP PAN, Jalan Tebet Raya, Jakarta, Jumat (16/12/2005).Selain Ninuk, hadir sebagai pembicara dalam diskusi itu anggota Komisi IX DPR Junaidi, Dr Kartono Muhammad, Sekretaris Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Neng Zubaidah."Selama ini masyarakat kita menilai aborsi dikarenakan kehamilan tak diinginkan atau akibat seks bebas remaja. Padahal penelitian YKP terkini, 80 % justru diinginkan ibu-ibu yang menikah secara sah dan masih bersuami," kata Ninuk. Sejumlah alasan ibu-ibu ingin aborsi yakni, faktor ekonomi, tuntutan kerja, penyakit keturunan dan janin yang cacat. Sementara Kartono menyatakan aborsi boleh dilakukan di Indonesia sebelum janin terbentuk. Kesepakatan para dokter, aborsi boleh dilakukan sebelum 20 minggu. Kalau lebih dari umur 20 minggu maka disebut pembunuhan. "Selain itu aborsi harus dilakukan dengan cara disedot bukan dikuret. Dokter yang melakukan pun harus berdasarkan kesepakatan si perempuan dan harus profesional," tandas mantan Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu. Sedangkan Neng Zubaidah dari MUI menegaskan aborsi diharamkan jika dilakukan akibat perbuatan zina. MUI membolehkan aborsi bila kandungan itu mengancam nyawa si ibu dan dalam kasus perkosaan. "Tapi harus dilakukan sebelum janin berusia 40 hari," tandas Neng. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads