Tahun 2008, 100% Logistik Nasional Diangkut Kapal RI

Tahun 2008, 100% Logistik Nasional Diangkut Kapal RI

- detikNews
Jumat, 16 Des 2005 15:14 WIB
Jakarta - Kapal asing tidak akan lagi mengangkut bahan logistik di wilayah Indonesia mulai tahun 2008-2009. Saat itu 100 persen logistik akan diangkut kapal-kapal berbendera RI. Volume perdagangan pun bisa naik Rp 22 triliun per tahun."Sebenarnya kita ingin tahun depan angkutan dalam negeri 100 persen bisa tercapai cabotage (pengakutan barang di dalam negeri oleh perusahan lokal), tapi kita harus tahu diri bagaimana kondisi dan kenyataan di lapangan," kata Dirjen Perhubungan Laut Dephub Harijogi.Harijogi mengatakan itu usai pelantikan eselon II hingga IV Dephub di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (16/12/2005).Menurut Harijogi, untuk cabotage pengangkutan penumpang, pada 2006 kemungkinan besar sudah bisa tercapai. Bahkan, bila diterapkan pada 2005 pun Indonesia sudah berani. Hal itu karena jumlah kapal Pelni yang sudah memadai.Sedangkan untuk pengangkutan barang logistik lain, seperti minyak, target cabotage-nya masih terus diupayakan tercapai di tahun 2008-2009 karena RI membutuhkan kapal-kapal tangker baru."Sekarang kami masih terus melakukan komunikasi dengan Indonesian National Shipowner Association (INSA) mengenai kesiapan mereka dalam menunjang cabotage ini. Kalau mereka siap, maka pemerintah segera mendeklarasikan siap melakukan cabotage tersebut," katanya.Untuk itu, INSA diberi keleluasaan mencari sumber dana sendiri. Pemerintah sendiri tidak ingin terburu-buru menyatakan cabotage tercapai jika sarana dan prasarana belum mendukung. Sebab jangan sampai semuanya sudah siap, tapi banyak barang angkutan yang terbengkalai.Kapal PerintisUntuk tahun 2005, ia mengungkapkan, sudah menambah beberapa kapal perintis, yakni kapal Kasuari Pasifik I yang ditempatkan di Pelabuhan Manokwari, Papua, kapal Maloli di Pelabuhan Ambon, kapal Kieraha III di Pelabuhan Ternate, dan kapal Papua IV di Pelabuhan Jayapura.Dengan diresmikannya kapal-kapal itu, maka tahun 2005 pemerintah telah mengoperasikan 48 unit kapal. Penempatannya terdiri dari 6 unit kapal yang melayani trayek di kawasan barat Indonesia, dan 42 unit kapal yang melayani trayek di kawasan timur Indonesia.Tahun 2006, pemerintah akan menambah 4 trayek kapal perintis, masing-masing dua unit kapal yang akan ditempatkan di NAD, dan 2 unit kapal yang masing-masing ditempatkan di Jatim dan NTB. Dengan demikian, tahun 2006 pemerintah akan mengoperasikan 52 unit kapal perintis. (umi/)


Berita Terkait