Mantan Dirut BEI Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Jiwasraya

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 22:00 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Kejaksaan Agung terus mengusut kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya. Mantan Direktur Utama (Dirut) BEI periode 2002-2009, Erry Firmansyah diperiksa penyidik Kejaksaan Agung terkait dengan kasus Jiwasraya.

"Hari ini Senin, 04 Mei 2020 Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, melakukan pemeriksaan 7 orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (persero)," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, dalam keterangannya, Senin (4/5/2020).

Hari mengatakan dari 7 orang saksi yang diperiksa, 3 orang merupakan saksi dari perusahaan manajemen investasi, 3 orang dari mantan pejabat Bursa Efek Indonesia (BEI) dan 1 orang dari bank yang terafiliasi dalam proses jual beli saham dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (persero).

Berikut ini saksi-saksi yang diperiksa atau dimintai keterangannya hari ini:

1. Andi Yauhari Njaw (Direktur PT. Pinnacle Persada Investama)
2. Meitawati Edianingsih (PT. Trimegah Sekuritas)
3. Ronald Abednego Sebayang (Komisiaris PT. Pool Advista Asset Management)
4. Siti Hidayatul Badi (Kasubag Pemeriksaan Transaksi dan Lembaga Efek pada BEI Tahun 2015-2016)
5. Bayu Samodro (Kasubag Pemeriksaan Transaksi dan Lembaga Efek pada BEI Tahun 2015-2016)
6. Erry Firmansyah (Mantan Kepala Bursa Efek Indonesia/BEI)
7. Albert Latief (PT Bank CIMB Niaga Cabang Jakarta)

Hari menjelaskan pemeriksaan para saksi dan tersangka dalam perkara ini masih tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan COVID-19. Pemeriksaan dilakukan dengan cara tanya jawab tertulis dan kemudian dituangkan ke dalam BAP dan pemeriksaan dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dan/atau tersangka dengan Penyidik.

Tak hanya itu penyidik juga menerapkan protokol pencegahan COVID-19 lainnya dengan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan pemeriksaan. Serta selalu mengenakan masker.

Diketahui, dalam kasus Jiwasraya, Kejagung telah menetapkan enam tersangka, yaitu Benny Tjokro, Komisaris PT Hanson International Tbk; Heru Hidayat, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram); Hendrisman Rahim, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero); Hary Prasetyo, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero); Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero); serta terakhir Direktur PT Maxima Integra bernama Joko Hartono Tirto.

Mereka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(yld/idn)