Penumpang KRL Akan Dites Swab di Stasiun Bekasi Besok Pagi

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 19:47 WIB
Penerapan PSBB di Kota Bekasi akan mulai diterapkan besok, Rabu (15/4). Jelang penerapan PSBB, Stasiun KA Bekasi tampak masih ramai dengan aktivitas warga.
Ilustrasi (Rengga Sancaya/detikcom)
Bekasi -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan melakukan tes swab Corona (COVID-19) di Stasiun Bekasi, Selasa (5/5). Hal ini untuk mengidentifikasi penyebaran virus Corona di KRL.

"Besok langsung PCR (polymerase chain reaction), swab (test) atau dahak," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada wartawan, Senin (4/5/2020).

Pelaksanaan tes swab dijadwalkan pukul 05.00 WIB. Sebanyak 30 alat tes swab disiapkan Pemkot Bekasi.

"Polanya (penumpang) berhenti sebentar, (periksa) dahak, taruh KTP, catat. Begitu mau datang, sebelum masuk (stasiun) kita minta dulu (swab)," tutur pria yang akrab disapa Bang Pepen itu.

Pepen mengatakan tes akan dilakukan secara acak. Baik itu warga Bekasi maupun luar Bekasi.

"Misalkan dia Jakarta Timur kita laporkan (ke) Walkot Jaktim, dia di (dari) Tambun, kita laporkan, supaya dia nggak bergerak ke mana-mana," imbuhnya.

Selain itu, Pemkot Bekasi akan melakukan tes swab secara acak di 7 check point. Pemkot telah menyiapkan 50 alat tes swab untuk di tiap titik.

"Ada 7 check point, Bulak Kapal, Sasak Jarang, Cileungsi, terus Lubang Buaya, Pondok Gede, terus Sumber Artha, dan Pondok Ungu," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menyampaikan hasil swab test terhadap penumpang kereta rel listrik (KRL). Ditemukan, tiga penumpang positif virus Corona.

"Tiga positif COVID dari 325 penumpang KRL Bogor-Jakarta yang kami sampling dengan tes swab PCR," ucap RK dalam akun Twitter resmi seperti dilihat detikcom, Minggu (3/5).

RK menyebut hasil itu menunjukkan ada potensi penularan virus Corona di KRL sebagai transportasi umum. Jadi, perlu ada tindak lanjut dari temuan tersebut. "Ini artinya KRL yang masih padat bisa menjadi transportasi OTG (orang tanpa gejala), pembawa virus. PSBB bisa gagal," kata RK.

(isa/mei)