Beredar Lewat SMS
Gus Dur Bantah Kepung Istana
Jumat, 16 Des 2005 14:30 WIB
Jakarta - Ketua Dewan Syura DPP PKB Abdurrahman Wahid alias Gus Dur membantah akan melakukan upaya di luar konstitusi dengan mengepung Istana untuk memaksa SBY-JK turun dari jabatannya. Gus Dur malah menuding pihak yang menyebarkan informasi itu sedang menfitnah dirinya dan PKB."Saya tidak akan menempuh cara-cara yang melanggar konstitusi," tegas Gus Dur, Jumat (16/12/05) di Jakarta, sebagaimana rilis yang dikeluarkan DPP PKB kubu Muhaimin Iskandar.Sebelumnya sempat beredar layanan pesan singkat (SMS) yang bernada memojokkan Gus Dur. Kali ini Gus Dur diisukan akan menggerakkan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk berdemo menggulingkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Minggu 18 Desember mendatang.Dikatakan Gus Dur, mengatakan isu itu juga dikaitkan dengan rencana DPP PKB menggelar acara jalan santai pada hari Minggu 18 Desember mendatang. "Termasuk SMS itu bilang saya akan mengepung Istana pada gerak jalan hari Minggu besok," ungkap Gus Dur.Karena itu, mantan Presiden RI ini menilai isu itu digulirkan untuk memfitnah dirinya dan mengadu domba antara Gus Dur-PKB dengan Pemerintahan SBY. "Ini tanda mereka itu sudah ketahuan belangnya. Jadi mereka kalang kabut. Akhirnya mereka memfitnah saya dan PKB," kata Gus Dur tanpa menjelaskan jati diri pihak yang disebutnya 'mereka' itu.Hal yang sama disampaikan Ketua Panitia Jalan Santai itu, Yenny Zannuba Wahid. "Rutenya saja dari HI ke Senayan. Kok mau ngepung Istana," kata Yenny.Wasekjen DPP PKB ini menambahkan, jalan pagi itu justru untuk mendukung program Presiden. "Presiden sedang gencar mempromosikan Islam Indonesia yang damai dan toleran. Tujuan jalan santai juga untuk mendukung program itu," jelas putri kedua Gus Dur ini.
(san/)











































