Kasus Corona di Samarinda Bertambah, Warga Dilarang Mudik-Perantau Jadi PDP

Suriyatman - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 14:43 WIB
Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang
Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dalam konferensi pers. (Suriyatman/detikcom)
Samarinda -

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang memastikan tidak akan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pihaknya akan memaksimalkan sejumlah posko untuk pengetatan arus keluar masuk warga guna mencegah penyebaran kasus COVID-19.

"Ini dilakukan mengingat melonjaknya kasus virus Corona atau COVID-19 di Kota Samarinda. Yang mana terdata ada 6 kasus tambahan dan 25 pasien positif Corona. Keberadaan posko ini diharapkan mampu meminimalisir terjadinya lonjakan tersebut," kata Syaharie Jaang kepada wartawan di rumah dinasnya, Senin (4/5/2020).

Jaang mengatakan Kota Samarinda berada di tengah wilayah Kutai Kartanegara yang telah terjadi transmisi lokal. Karena itu, pengetatan posko-posko akan dimulai hari ini.

"Jadi mulai hari ini sejumlah petugas akan memberlakukan screening kepada para warga yang ingin masuk dan keluar kota Samarinda. Selain memeriksa kesehatan, diharapkan kita juga mengetahui asal dan tujuan orang yang akan masuk, kalau mau mudik kita suruh kembali," ujarnya.

Sementara jika warga Samarinda yang baru datang dari luar daerah, khususnya dari daerah yang sudah terpapar akan langsung ditetapkan sebagai PDP dan diminta melakukan isolasi mandiri dirumah.

Simak juga video Taksi Gelap yang 'Selundupkan' Pemudik Ketahuan di Sukabumi:

Selanjutnya
Halaman
1 2