Anggota Komisi X Minta Mendikbud Ikut Awasi Program Pelatihan Pra Kerja

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 14:36 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Mendikbud Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi X dari F-PDIP My Esti Wijayati meminta Me`nteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengawasi program Kartu Pra Kerja yang terkait dengan pelatihan. Program itu dinilai banyak mendapat sorotan dari masyarakat.

"Sungguh saya mohon izin mungkin perlu ada evaluasi terkait dengan Kartu Pra Kerja yang berkait langsung dengan Kemendikbud, terkait dengan pelatihan. Karena kami banyak digempur dari kawan-kawan, termasuk dari masyarakat, dan ada satu grup para profesor, doktor, dosen-dosen di Yogyakarta ini juga menyoroti mengenai hal itu," kata Esti dalam rapat virtual Komisi X dengan Kemendikbud, Senin (4/5/2020).

Esti juga meminta Nadiem menyampaikan kepada jajaran pemerintah pusat terkait distribusi bantuan pemerintah. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mendapat bantuan lebih, sementara yang lainnya belum tersentuh bantuan.

"Sekarang ada yang dapat sampai dobel-dobel. Program A dapet, program B dapet, program C dapet. Tetapi ada masyarakat yang tidak dapat. Saya menyuarakan ini karena salah satu anggaran yang kita lakukan untuk Gugus COVID-19 ini adalah dari Kemendikbud, hamper Rp 5 triliun," ujar Esti.

"Saya berharap Pak Menteri ada masukan kepada pemerintah pusat melalui Pak Menteri, karena di bawah cukup rawan tentang bantuan," imbuhnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2