Mengenal Harm Reduction dan Contohnya dalam Sehari-hari

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 13:27 WIB
Ilustrasi Sampah
Foto: shutterstock
Jakarta -

Sebagian besar masyarakat masih belum memahami ataupun mendengar sebuah istilah bernama "harm reduction". Mungkin karena sibuk dengan kondisi yang kurang baik seperti saat ini maupun sama sekali tidak memiliki informasi yang cukup mengenai apa itu harm reduction.

Dilansir dari ncbi.nlm.nih.gov, harm reduction adalah sebuah strategi kesehatan masyarakat yang dikembangkan untuk orang dewasa. Strategi ini melalui penelitian, terbukti dapat mengurangi efek-efek buruk yang ditimbulkan dari barang konsumsi sehari-hari.

Perkembangan pendekatan harm reduction juga telah berkembang dari waktu ke waktu. Tanpa disadari penerapan mengenai harm reduction sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai konteks peningkatan bagi kesehatan masyarakat.

Contohnya penggunaan gula rendah kalori bagi penderita diabetes. Semakin bertambah usia seseorang, maka jumlah konsumsi gula pun turut dibatasi. Mengingat risiko diabetes yang semakin tinggi tersebut, maka para penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi gula rendah kalori agar dapat mencegah penyakit tersebut sekaligus mengontrol asupan kalori yang diterima oleh tubuh.

Kemudian minuman bersoda yang juga rendah gula dan kalori. Di mana pada awalnya produk minuman bersoda memiliki kandungan gula sekitar lima sendok di dalam satu kemasan, sekarang para produsen minuman bersoda menerapkan konsep harm reduction dengan menghadirkan minuman rendah gula untuk mengurangi risiko bagi konsumen.

Sama seperti gula rendah kalori, beras merah juga biasa dikonsumsi oleh para penderita diabetes. Hal tersebut karena beras merah umumnya mengandung gula yang lebih sedikit daripada beras putih. Selain itu beras merah juga dapat menjaga berat badan jika menggantikan beras putih.

Penerapan konsep harm reduction juga bisa diterapkan pada risiko berbahaya akibat merokok. Caranya adalah dengan menggunakan produk alternatif dari pembakaran tembakau yaitu vape atau rokok elektrik.

Menurut beberapa penelitian dari berbagai sumber, produk-produk rokok elektrik telah terbukti secara klinis dapat menjadi sebuah alternatif bagi perokok untuk menekan dampak buruk dari rokok konvensional.

Bagi konsumen minuman beralkohol, sekarang banyak juga produsen yang menghadirkan bir tanpa alkohol untuk menerapkan harm reduction. Dengan adanya variasi non-alkohol, maka para konsumen bisa mencoba bir tanpa harus khawatir dengan efek memabukkan yang biasanya ada di dalam produk bir.

Selain itu produk, penerapan konsep harm reduction bagi lingkungan juga sudah ada di kehidupan masyarakat seperti plastik daur ulang. Produk-produk yang memiliki kemasan saat ini hampir semuanya bisa di daur ulang kembali untuk mengurangi sampah plastik.

Dilansir dari berbagai sumber, saat ini Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik di lautan nomor dua di dunia. Hal tersebut mendorong perusahaan dan produsen barang, untuk mengampanyekan penggunaan plastik daur ulang yang dapat 100% digunakan kembali untuk menjadi barang yang lebih bermanfaat misalnya kompos.

Ada juga konsep mobil ramah lingkungan seperti mobil listrik untuk menghemat energi sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Dengan adanya mobil listrik ini diharapkan bisa menjadi jawaban untuk masa depan bumi karena lebih ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan emisi karbon dioksida ke lingkungan.

Banyak sekali penerapan harm reduction di dalam produk baik untuk kesehatan maupun untuk lingkungan. Sekarang saatnya bagi para konsumen untuk memilih produk-produk mana saja yang bisa mengurangi efek buruk bagi kehidupannya.

(akn/ega)