Polisi Cek Kejiwaan Penjual Roti Keliling di Bogor yang Diduga Aniaya Istri

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 12:25 WIB
Ilustrasi garis polisi dilarang melintas
Ilustrasi Garis Polisi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Seorang istri berinisial SM (17) di Parungpanjang, Kabupaten Bogor, mengaku disekap suaminya, AA, selama 1 tahun dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Polisi pun sudah mengamankan AA.

Kapolsek Parungpanjang Kompol Nundun Radiama menjelaskan, AA sudah diamankan polisi kemarin. Suami SM yang bekerja sebagai pedagang roti keliling ini diamankan polisi setelah berjualan. Nundun mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan dari kasus ini.

"Nah, ini masih kita dalami juga, karena kita melibatkan nanti ahli jiwa ya. Ada kelainan nggak dari suaminya, kan tidak tau toh. Kita dalami dulu," kata Nundun ketika dihubungi, Senin (4/5/2020).

Nundun menambahkan, dugaan apakah SM benar-benar disekap selama selama 1 tahun di rumahnya di Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, masih diselidiki. Dia mengatakan SM dan AA hanya tinggal berdua.

Keduanya pun, lanjut Kapolsek Parungpanjang, nikah siri.

"Iya kekerasannya ada katanya dijedukin ke lantai, pelipis (korban) sebelah kanan yang luka," terangnya.

Menurut keterangan korban, SM bisa kabur dari suaminya karena melompat dari jendela di kamar mandi. Dia menjelaskan, SM datang ke Polsek Parungpanjang untuk melaporkan suaminya karena kasus KDRT.

Dari hasil pemeriksaan sementara, SM mengalami luka di pelipis. Adapun luka lebam di sekujur badan tak ditemukan. Luka seperti bekas ikatan di tangan atau kaki, kata dia, tidak ditemukan.

"Jadi masih kita lakukan pemeriksaan. Tapi, berdasarkan TKP, pengecekan TKP kemarin, di mana sebetulnya dalam rumah (korban) itu tidak ada penyekapan, misalnya diikat, diborgol, dia leluasa dalam rumah," ujar Nundun.

(gbr/gbr)