Dideportasi, Pasutri WN Rusia yang Ngamen di NTB Tak Boleh ke RI Lagi

Idham Kholid - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 11:36 WIB
Tangkapan layar video viral pasutri WN Rusia ngamen sambi bawa bayi di NTB.
Tangkapan layar video viral pasutri WN Rusia ngamen sambi bawa bayi di NTB. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Pasangan suami-istri (pasutri) WN Rusia ngamen di Nusa Tenggara Barat (NTB) sambil menggendong bayi karena kesulitan biaya hidup. Ketiganya telah dideportasi.

"Kemarin yang bersangkutan dideportasi," kata Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Achmad Nur Saleh saat dihubungi, Senin (4/5/2020).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Syahrifullah mengatakan ketiganya dideportasi melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (3/5). Ketiganya diantar melalui Pelabuhan Lembar dan kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar.

"Mereka selanjutnya diterbangkan menggunakan pesawat menuju Rusia dengan fasilitas yang diberikan Konsul Kehormatan Rusia di Denpasar, Bali.

Ketiga WN Rusia itu adalah MB (pria, 30), ES (perempuan, 29), dan bayi SS (2). Mereka dikenakan pasal terkait mengganggu ketertiban umum.

"Kepada 3 WN Rusia yang diduga suami-istri dan seorang balita berusia 2 tahun tersebut kami sangkakan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang mana kegiatan ketiga WN Rusia tersebut mengganggu ketertiban umum," kata Syahrifullah dalam keterangannya.

Syahrifullah menambahkan ketiganya tidak hanya dikenakan tindakan administratif keimigrasian (TAK) berupa deportasi. "Kepada ketiga WN Rusia tersebut juga dikenakan penangkalan sehingga ke depan tidak bisa masuk ke Indonesia," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2