Masuk Via Pekanbaru, Begini Perjalanan Pasutri WN Rusia hingga Ngamen di NTB

Idham Kholid - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 11:15 WIB
Tangkapan layar video viral pasutri WN Rusia ngamen sambi bawa bayi di NTB.
Tangkapan layar video viral pasutri WN Rusia ngamen sambi bawa bayi di NTB. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Pasangan suami-istri (pasutri) WN Rusia ngamen di Nusa Tenggara Barat (NTB) sambil menggendong bayi karena kesulitan biaya hidup di tengah pandemi Corona. Mereka masuk ke Indonesia via Riau sejak Maret 2020.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Syahrifullah mengatakan ketiga WN Rusia itu berinisial MB (pria, 30), ES (perempuan, 29), serta mereka, SS (2).

"Ketiga WN Rusia datang ke Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, pada tanggal 16 Maret 2020," kata Syahrifullah dalam keterangannya, Senin (4/5/2020).

Selanjutnya, mereka berlibur ke Bali dan menyewa sebuah sepeda motor. Karena biaya hidup di Bali mahal, mereka kemudian ke Lombok sekitar pekan ketiga April.

"Mereka rencana hanya beberapa pekan di Lombok dan akan berlibur ke Jawa," ujarnya.

Namun, karena ada pandemi global COVID-19 dan akses menuju Bali dan Jawa ditutup, lanjutnya, tiga WN Rusia bertahan di Lombok. Mereka lalu mengamen di pasar.

"Secara izin tinggal tidak menyalahi aturan. Mereka menggunakan Bebas Visa Kunjungan 30 hari. Karena COVID-19, mereka mendapatkan izin tinggal darurat sesuai dengan Permenkumham Nomor 11/2020 yang mana bagi WNA yang masih berada di Indonesia dan tidak bisa kembali ke negaranya karena tidak adanya penerbangan internasional mendapatkan izin tinggal sementara. Namun aktivitas ketiga WNA tersebut mengganggu ketertiban umum sehingga mendapatkan tindakan administratif keimigrasian," tuturnya.

Syahrifullah menjelaskan, saat dipanggil menghadap penyidik Imigrasi pada 29 April 2020, mereka masih sempat mengamen lagi di pasar. Oleh karena itu, kata Syahrifullah, ketiga WN Rusia tersebut diamankan di kantor.

(idh/tor)