3 Penyerang Pemuda Nongkrong hingga Tewas di Makassar Ditangkap

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 09:10 WIB
Ilustrasi tangan diborgol
Ilustrasi. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Makassar -

Tiga terduga pelaku penyerangan yang mengakibatkan Ardiansyah alias Aco (26), tewas di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diringkus polisi. Sembilan terduga pelaku lainnya masih diburu polisi.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Edy Supriadi Idrus mengatakan, tiga terduga pelaku yang telah ditangkap ini ialah Muh Tarmizi (24), Muh Waldi (16), dan Firman alias Pitung (30). Ketiganya diringkus di tiga lokasi berbeda pada Minggu (3/5).

Edy mengatakan, keterangan awal pelaku, mereka sempat diserang oleh kelompok korban pada Jumat (1/5) malam. Sehingga mereka melakukan aksi balasan pada malam berikutnya.



"Pengakuan pelaku, insiden itu merupakan imbas dari kejadian pada malam sebelumnya, yang mana pemuda dari sekitar rumah korban menyerang kelompok pemuda (pelaku)," ujar Edy kepada wartawan, Senin (4/5/2020).

Dia menambahkan, pada saat penyerangan terhadap korban, pelaku Waldi ialah eksekutor yang menikam perut korban dari samping menggunakan pisau. Pelaku Pitung berperan memukul kepala korban, sementara Tarmizi berperan menjaga lawan menggunakan anak panah busur dan badik sehingga korban tidak memiliki bantuan saat diserang.

"Tersangka lain masih dicari, masih dikembangkan. Barang buktinya ada 1 badik, 1 pisau dapur, topeng, 1 buah jaket hitam, 1 unit sepeda motor," terang Edy.

Sebelumnya diberitakan, insiden penyerangan ini terjadi saat korban dan rekan-rekannya sedang nongkrong di wilayah Jalan Perintis Kemerdekaan, sekitar pukul 20.10 Wita, Sabtu (3/5). Kemudian kawanan pelaku berjumlah 12 orang menggunakan enam unit sepeda motor saling berboncengan datang ke lokasi menyerang korban.

Korban sendiri sempat dilarikan ke RSUD Wahidin Sudirohusodo untuk menerima perawatan intensif. Namun nyawa korban tak tertolong.

Simak juga video Ada Robot Covid-19 di Bandung, Siap Tertibkan Warga yang Nongkrong:

(dkp/dkp)