Kolom Hikmah

Mr. Crack dan Al-Qur'an

Abdurachman - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 14:58 WIB
5 Keutamaan Baca Surat Al Kahfi
Ilustrasi membaca Al Quran (Foto: Fuad Hasyim/detikcom)
Jakarta -

Retak, jatuh, terbakar, meledak, dan pecah berkeping. Kecelakaan maut yang "pasti" membawa petaka. Sulit mencari selamat akibat pesawat jatuh dari jarak yang terbang jauh dari permukaan bumi. Itulah keadaan pesawat terbang yang bisa mengalami keretakan pada ketinggian tertentu. Itu terjadi sebelum Mr.Crack memajukan hasil temuan besarnya "Crack Progression Theory" yang mampu menyelamatkan dunia penerbangan, it's great!

Mr. Crack adalah julukan kepada mantan Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Ia pernah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di ITB Habibie sudah terkenal memiliki otak cemerlang. Ia memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di Jerman sebelum kuliahnya selesai. Namun sayang ketika di Jerman, Habibie si pemilik intelligence quotient (IQ) di atas Einstein ini tidak pernah mampu mengalahkan peringkat kelas dua orang temannya. Mereka keturunan Yahudi. Habibie baru mampu mengungguli mereka setelah teman Rudy (panggilan Habibie) itu membukakan rahasia mengapa mereka selalu memperoleh peringkat di atas Habibie, Quran. Ya, just it!

Al-Quran

Hasil karya biasanya langsung merujuk kepada siapa yang membuatnya. Lukisan yang sangat bagus pasti dihasilkan oleh pelukis yang luar biasa. Karya arsitektur yang rumit, bisa merujuk kepada siapa yang mengarsitekinya. Teknologi secanggih teknologi yang dihasilkan dari Crack Progression Theory, pasti dirancang oleh orang yang memiliki kemampuan jauh di atas rata-rata, Mr. Crack.

Al-Quran adalah kitab suci wahyu Ilahi, wahyu Sang Maha Pencipta. Pencipta alam semesta. Siapa pun terkesiap jika harus mengagumi semesta. Para pakar sengaja menghitung dan membuktikan bahwa jumlah seluruh penguapan yang terjadi dari seluruh permukaan bumi dikurangi seluruh jumlah air yang turun ke bumi, maka selisihnya adalah nol.

Jika air yang naik dari bumi ke langit lebih banyak dari yang turun bumi akan kering, tak ada kehidupan. Jika air yang turun dari langit melebihi yang naik, bumi tergenang, seluruh bumi tertutup air. Itu baru satu fenomena. Belum fenomena yang lain, mengapa oksigen harus berkadar sekitar 21 persen di udara? Lebih tinggi dari kadar itu, bisa terjadi kebakaran di mana-mana. Kurang dari itu, para juru masak tidak mampu menyalakan kompor.

Semesta diciptakan dalam keseimbangan yang sangat tinggi dan sangat terukur. Keseimbangan dinamis yang menjamin keberlangsungan seluruh kehidupan.

Al-Quran adalah firman Allah swt. yang memiliki sifat Maha Sempurna. Jadi pastilah Al-Quran ini merupakan bacaan yang sangat sempurna, kesempurnaan yang sebagiannya digambarkan oleh sempurnanya alam semesta.

Al-Quran tidak hanya Maha Sempurna dari sisi isinya, nilai sastranya pun sangat mempesona. Para penyair Qurays yang paling unggul sekali pun terlihat miris ketika harus berhadapan dengan al-Quran. Di surat apa saja dan di ayat yang mana pun, nilai- nilai sastra dalam kitab suci ini tiada tertandingi, baik pada zaman al-Quran diturunkan hingga zaman modern ini. Al- Quran bahkan sanggup melemahkan dasar-dasar kemampuan para penyair, segi kemurnian, segi tarikan, segi ransangan, meniupkan rasa damai dan nikmat, mengikat dan mempesona.

Ungkapan jujur dari pembesar Qurays ketika itu, terdokumentasi ketika Umar bin Khattab dan Walid bin Mughirah pada suatu malam mendengar salah seorang pengikut Nabi saw membaca Al- Qur'an dekat Ka'bah. Umar bin Khattab berkata : "Demi aku mendengar ayat- ayat suci Al- Qur'an, alangkah murninya kata- kata itu, alangkah agung dan mulianya, pecah perasaan hatiku, aku menangis dan kemudian aku masuk Islam".

Pengaruh Bacaan

Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah sastrawan yang pernah aktif di Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) -organisasi kebudayaan yang dekat dengan PKI. Buku-buku karya Pram, khususnya di jaman orde baru, tidak hanya dilarang tapi dirampas dan dibakar. Bukan hanya buku, beberapa naskah miliknya pun banyak yang dibakar dan hilang entah ke mana. Hal ini karena karya tulis (bahan bacaan) bisa mempengaruhi sikap bahkan jiwa para pembacanya.

Tidak mungkin pemerintah orde baru bakal sedemikian gigih berupaya mengadang karya-karya Pram jika bahan bacaan tidak memberikan efek yang signifikans. Setidaknya efek negatif terhadap stabilitas pemerintah di jaman itu.

Pengaruh bacaan kepada pembacanya, jika dibaca secara obyektif tidak didasarkan pada praduga negatif (subyektif), memiliki dampak salah satu dari sepasang nilai, baik atu buruk. Bacaan yang baik akan mengubah pembacanya ke arah baik, demikian sebaliknya. Konsep ini digunakan di dalam upaya penyediaan bahan bacaan yang baik bagi anak-anak.

Bacaan al-Quran memengaruhi siapa pun yang membacanya secara obyektif, mampu memiliki struktur yang "sempurna" mengikuti kesempurnaan al-Quran. Ia mengubah Habibie mampu memperoleh nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen Jerman. Habibie lulus summa cum laude, mutlak sempurna!

Selain Crack Progression Theory yang sangat fenomenal itu, Habibie mampu mengoleksi 46 penghargaan dunia terkait kedirgantaraan.

Allah swt memerintah para hambaNya yang beriman-bertaqwa untuk selalu berkata dengan perkataan yang tepat. Perkataan demikian mudah digapai oleh orang yang meneladani al-Quran melalui membacanya secara istiqamah, sebagaimana Habibie.

Allah swt menjamin kepada siapa saja orang beriman-bertaqwa yang selalu berkata dengan perkataan yang tepat, perubahan pada seluruh aktifitasnya menjadi baik. Perbuatan demikian mengantar kepada digapainya ampunan Allah swt. Jika setiap amalnya baik (shaleh) dan kekeliruannya sudah diampunkan Tuhan maka wajar kalau hamba yang demikian berhak atas fasilitas; mendapat pelajaran langsung dati Tuhan, memiliki kemampuan "pasti" membedakan mana yang benar dan mana yang bukan, memiliki solusi dari setiap persoalan, mampu dengan mudah mengeksekusi solusi itu, serta ia mampu memperoleh rizki dari tempat yang tidak diduga.

Mari kita istiqamah membaca Quran supaya layak memiliki kelebihan yang sempurna ini, paling tidak mampu menyamai kelebihan yang dimiliki Mr. Crack, Habibie!

Abdurachman

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Takmir Masjid FK Unair

*Artikel ini adalah kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab pengirim sepenuhnya.

(erd/erd)