Deplu: Kelaparan Bisa Picu Negara Asing Tanyakan Status Papua
Jumat, 16 Des 2005 12:25 WIB
Jakarta - Musibah kelaparan yang terjadi di Yahukimo, Papua dapat membuat sejumlah negara mempertanyakan kembali status Papua. Meski begitu, hingga kini pernyataan resmi belum terlontar dari negara-negara yang selama ini mempertanyakan status Papua.Hal itu dikatakan Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Yuri Thamrin dalam pertemuan dengan pers di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (16/12/2005)."Dalam konteks internasional memang ada indikasi kasus kelaparan di Papua dipertanyakan pihak tertentu untuk mempertanyakan statusnya. Namun sejauh ini, masyarakat internasional masih melihat Papua berada di wilayah integral NKRI," kata Yuri.Dituturkan Yuri, kasus yang terjadi di Yahukimo saat ini sebetulnya porsinya Menko Kesra Aburizal Bakrie. Karena itu ia minta pemerintah segera menangani kasus tersebut dengan tidak membeda-bedakan wilayah.Sehingga ketahanan pangan tidak hanya dilakukan di Papua saja, tapi juga di seluruh daerah di Indonesia. Selain itu juga perlu disiapkan infrastruktur yang baik.Menanggapi indikasi gereja asing diperbolehkan masuk ke wilayah Papua, Yuri menjelaskan, hal itu harus dilakukan sesuai dengan peraturan di Indonesia. "Selama kedatangan misionaris asing di Papua tidak melanggar hukum di Indonesia, maka hal itu diperbolehkan," katanya.
(umi/)











































