Wawalkot Bogor: Coba Tanya Pak Mahfud, Dikekang Nggak? Mau ke Mana Bisa Kan?

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 17:10 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (Pemkot Bogor)
Bogor -

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim merespons pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md yang menyebut masyarakat akan stres jika terlalu dikekang. Dedie meminta Mahfud menjelaskan aturan mana yang membuat masyarakat merasa dikekang.

"Coba tanya pengekangan di mana? Coba tanya Pak Mahfud Md, dikekang nggak? Sekarang Mas, mau ke mana (saja) bisa kan? Nggak ada tuh dikejar-kejar polisi, dikejar-kejar tentara. Nggak ada kan?" Kata Dedie ketika dihubungi, Minggu (3/5/2020).

Menko Polhukam Mahfud Md sebelumnya mengatakan pemerintah menyadari masyarakat akan mengalami stres jika terlalu dikekang. Karena itu, sebut Mahfud, pemerintah saat ini sedang memikirkan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dedie menyatakan bahwa PSBB menyetop sepenuhnya kegiatan masyarakat. Dedie menyebut masyarakat hanya diminta untuk mengurangi aktivitas yang tidak penting.

"Kecuali kita nggak boleh ke sana, nggak boleh ke sini. Kan message-nya begini, mengurangi aktivitas yang tidak darurat, tidak urgent. Kecuali ada hal-hal yang sifatnya emergency," jelasnya.

Dedie menjelaskan masyarakat diminta berdisiplin selama penerapan PSBB. Dia pun mengatakan masyarakat harus menghindari kegiatan yang tidak perlu, terlebih di bulan Ramadhan ini.

"Boleh, ke mana saja boleh. Tapi kalau sifatnya nggak perlu-perlu sekali, ngabuburit lah, SOTR (sahur on the road) kumpul-kumpul, buka bersama, kan itu justru memancing penyebaran dan akumulasi virus COVID itu kan," terangnya.

Dedie berharap relaksasi PSBB ini dikaji ulang. Dia mengatakan satu-satunya cara untuk mengurangi penyebaran virus Corona (COVID-19) masih dengan PSBB. Sebab, kata dia, belum ditemukan obat dari virus Corona.

"Padahal sudah longgar (PSBB). Ini sudah longgar banget. Di seluruh dunia di-lockdown, kita di 8 sektor (yang dikecualikan masih dapat beroperasi), yang (merupakan) 70 persen dari kehidupan kita," pungkasnya.

Sebelumnya, Mahfud Md menerangkan pemerintah saat ini sedang memikirkan adanya relaksasi PSBB. Pemerintah menyadari, apabila masyarakat terlalu dikekang dapat menimbulkan stres. Bila stres, dapat menurunkan imunitas dan membuat tubuh menjadi lemah.

"Ini sedang dipikirkan karena kita tahu kalau terlalu dikekang juga akan stres. Nah, kalau stres itu imunitas orang itu akan melemah, juga akan menurun," kata Mahfud saat siaran langsung melalui Instagram-nya, @mohmahfudmd, Sabtu (2/5).

(zak/zak)