Ngeyel ke Mesir, Motivasi DPR Memang Ingin Jalan-Jalan
Jumat, 16 Des 2005 11:39 WIB
Jakarta - Tak ada suara lantang DPR menanggapi kelaparan di Papua. Sejumlah anggota BURT DPR malah memaksa ke Mesir dengan agenda yang tak penting. Jika demikian, motivasinya memang ingin pelesiran ke luar negeri saja.Demikian penilaian Sekjen Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, terhadap studi banding anggota DPR ke Kairo, Mesir dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (16/12/2005).Sebanyak 24 anggota BURT, Jumat ini berangkat ke Kairo untuk melakukan kunjungan kerja selama 7 hari. Namun dalam agendanya, hanya 1 saja yang terkait parlemen yakni pada 17 Desember. Sisanya, diisi jalan-jalan dan belanja.Perjalan ke Kairo itu terkesan sembunyi-sembunyi karena tidak transparan membeberkan anggota yang berangkat dan anggaran yang dihabiskan. "Semua kan tidak transparan. Maka kemudian saya menilai memang ada motivasi lain di balik perjalanan ini, ya memang mereka ingin jalan-jalan saja dan menghabiskan sisa anggaran," kata Sebastian.Tindakan anggota DPR itu akan berdampak negatif bagi DPR sendiri. Semestinya, di tengah desakan besar agar DPR tak melakukan studi banding ke luar negeri, DPR lebih bisa menahan diri. Dengan ngeyel ke Mesir yang sebelumnya telah dilarang pimpinan DPR, sama saja anggota BURT DPR itu juga melawan rakyat."Ini masalahnya bukan soal uang saja, tapi yang lebih substansi, masyarakat makin tak percaya kepada DPR. Apapun yang dilakukan DPR ke luar negeri akan dianggap masyarakat hanya sekadar main-main," jelas Sebastian.Akibatnya agenda DPR yang akan datang akan terganggu. Jika ada studi banding penting ke luar negeri yang harus dilakukan DPR, masyarakat akan tetap mencibir. "Orang akan menilai studi banding tak penting, padahal ada studi banding yang memang penting," tandas Sebastian.
(iy/)











































