Digitalisasi Pendidikan, Nadiem Makarim Bicara Teknologi Perkuat Guru

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 12:41 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Foto: dok kemendikbud
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Medikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan harapannya untuk pendidikan Indonesia setelah masa krisis COVID-19 telah usai.

Nadiem mengatakan bahwa walaupun pembelajaran dalam jaringan (daring) masih tidak ideal, namun nantinya jika dikombinasikan dengan pembelajaran tatap muka potensi pembelajaran siswa akan luar biasa.

"Walaupun masih tidak ideal dan masih tidak optimal, memang pembelajaran dengan metode tatap muka itu banyak positifnya tapi jika kita menggunakan dan dikombinasikan dengan teknologi potensi belajarnya menjadi luar biasa. Kalau ada kombinasi antara face to face tapi juga ada dengan remote learning dan online learning, itu potensinya menjadi lebih efektif menurut saya," ungkap Nadiem, melalui live streaming acara Hardiknas 2020 di YouTube, Sabtu (2/5/2020).

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah segmen acara "Belajar Dari COVID-19" di mana pada segmen tersebut ia berdiskusi dengan Najwa Shihab membahas kondisi pendidikan saat ini.

Nadiem melihat bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan Indonesia ini, sebenarnya bisa diterapkan tidak hanya pada sistem pembelajaran namun juga pada bagian backend sistemnya seperti cara guru memperbaiki proses belajar.

"Bukan hanya di sistem pembelajarannya, tapi di semua backend sistemnya juga. Seperti cara guru melatih diri, bagaimana cara guru mencari informasi, bagaimana koordinasi atau komunikasi antara guru dan orang tua itu kan semuanya bisa di digitalisasi," jelas Nadiem.

Nadiem pun menjelaskan bahwa peranan guru dalam pembelajaran tidak akan digantikan dengan teknologi. Namun justru dikuatkan potensinya melalui digitalisasi pendidikan.

"Jadinya itu (pembelajaran dengan teknologi) merupakan suatu akselerasi di tim kami untuk mendigitalisasi berbagai macam hal. Konsepnya bukan untuk menggantikan guru tetapi malah untuk memperkuat potensi guru. Teknologi untuk memperkuat potensi guru. Itu menurut saya luar biasa," ungkapnya.

Nadiem menjelaskan bahwa melalui inovasi teknologi dalam mendidik yang dilakukan pihaknya saat ini, ia berharap perubahan pendidikan Indonesia yang sudah dilengkapi teknologi ini tidak lagi diputarbalik.

"Saya hanya punya waktu empat tahun ya. Jadi saya bisa di awalnya saja. Tapi harapan saya dengan kita menaruhkan emphasis kepada teknologi harapannya perubahan itu tidak bisa diputarbalik, harapannya kita bukan hanya sebagai masyarakat belajar dari COVID-19 tapi semua inisiatif digitalisasi kita terjadi dan tidak dapat diputarbalik lagi," jelas Nadiem.

Menurut Nadiem, walaupun pendidikan akan masuk ke dalam digitalisasi teknologi, ujung-ujungnya tetaplah seorang guru yang memiliki peranan penting sebagai seorang penggerak dalam perubahan.

"Suatu hal yang saya personal belajar adalah mau ada teknologi seperti apapun secanggih apapun inovasi sebesar apapun, ujung-ujungnya yang benar-benar melakukan perubahan di lapangan adalah hati nurani seorang penggerak. Dan itu adalah guru yang datang ke pintu-pintu setiap muridnya," ungkap Nadiem.

Nadiem mengakui bahwa ia sangat terinspirasi dengan para guru-guru yang terus bergerak demi perubahan wajah pendidikan Indonesia.

"Itu menunjukkan bahwa ujung-ujungnya itu sebenarnya guru dan tentunya orang tua yang akan membuat perubahan tersebut. Itu merupakan suatu hal yang sangat menginspirasi buat saya melihat guru-guru seperti itu," ungkapnya.

Nadiem pun berharap bahwa kita sebagai masyarakat Indonesia, dapat memberikan dukungan dan terus menguatkan perjuangan para guru penggerak untuk menjadi pemimpin pendidikan masa depan.

"Itu namanya guru penggerak Mbak Nana, itu mereka tidak disuruh sudah bergerak duluan. Dan harus kita beri mereka bantuan dan kita kuatkan mereka untuk menjadi pemimpin-pemimpin pendidikan di masa depan," pungkas Nadiem.

Sebagai informasi, 'Belajar Dari COVID-19' merupakan sebuah program dari Kemendikbud untuk menginpirasi murid, guru, orang tua, serta masyarakat bahwa dalam kondisi pandemi ini kita masih bisa mendapatkan hikmah pembelajaran untuk bangsa Indonesia kedepannya. Dalam acara ini juga terdapat penampilan musik dari musisi tanah air seperti Tulus, Vidi Aldiano, Rinni Wulandari, Rizky Febian, Lyodra, Naura, Sabyan, Gitabumi Voices, dan Bina Vokalia.

Ada berbagai segmen menarik seperti diskusi dari Mendikbud dan Najwa Shihab yang belajar bareng mengenai COVID-19, serta selipan video-video edukasi dan komentar dari para murid, guru, hingga relawan mengenai kegiatan mereka di masa COVID-19.

(ega/ega)