TKA China Akan Masuk ke Sultra, F-NasDem DPR: Pemerintah Harus Tegas Larang!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 08:38 WIB
Willy Aditya
Willy Aditya (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Willy Aditya menyoroti rencana 500 TKA China yang akan dipekerjakan di PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) di Morosi, Kabupaten Konawe. Willy menegaskan bahwa harusnya aturan larangan kedatangan warga negara asing saat pandemi Corona ditaati.

"Soal TKA PT VDNI ini harus dicek baik-baik. Urusan tenaga kerja asing ini bukan sekedar imigrasi kasih ijin. Periksa apa benar sudah ada pengajuan ke Kementerian Tenaga Kerja," ujar Willy kepada wartawan, Sabtu (2/5/2020).

Anggota Komisi I turut mengomentari klaim mempekerjakan TKA itu sebagai proyek strategis nasional. Willy pun mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab jika TKA tersebut terjangkit Corona.

"Demikian juga klaim sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek strategis nasional. Kalau Cuma klaim sana-sini, ya harus di larang memasukkan orang asing dalam situasi pandemi. Siapa yang mau tanggung jawab kalau nanti TKA itu mengalami kesulitan dan penyakit. Intinya patuhi aturan yang ada jangan mudah obral pengecualian," katanya.

Willy mengatakan penolakan warga setempat terhadap TKA tersebut harusnya dipahami perusahaan. Dia juga meminta pemerintah mematuhi aturan larangan kedatangan warga asing saat pandemi Corona.

"Warga yang menolak kedatangan TKA ini harus dilihat sebagai upaya untuk melindungi diri dan lingkungannya. Karena itu harus dipahami juga oleh perusahaan yang berniat memasukkan TKA agar mereka tidak membayar resiko lebih besar. Pemerintah tegas saja dengan aturan yang telah ada," katanya.