Berkat Inovasi BIM, Brantas Abipraya Raih 3 Penghargaan di Bidang IT

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2020 13:11 WIB
Brantas Abipraya
Foto: Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) menyabet tiga penghargaan sekaligus dari kegiatan Top IT dan Top Telco 2020 Award. Acara ini diselenggarakan oleh Majalah ITech dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia, serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada 29 April lalu.

"Kami mengantongi tiga (penghargaan) yaitu Top Digital Innovation Category Award 2020, Top CEO 2020 dan Top CIO/Chief Information Officer 2020. Tak dipungkiri ke semua raihan ini berkat kerja keras dan komitmen penuh perseroan dalam bergerak maju melakukan transformasi digital secara terus-menerus," ungkap Direkrur Utama Brantas Abipraya Bambang E. Marsono, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2020).

Bambang menambahkan, inovasi diperlukan sebagai jawaban dalam menghadapi tantangan di depan yang dihadirkan oleh perkembangan zaman untuk tetap tumbuh. Geliat perubahan dan perkembangan di dunia digital inilah yang mendorong Insan Abipraya untuk berkarya menciptakan temuan terbarunya yaitu Implementasi Teknologi Building Information Modeling (BIM).

Pembekalan dan pengenalan teknologi terbaru kepada 250 engineer Abipraya dilakukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Pembelajaran pun dilakukan melalui metode online meeting sejalan dengan peraturan PSBB (pembatasan sosial serskala besar).

Adapun metode training online ini merupakan metode yang paling efektif, karena dapat menjangkau peserta yang berada di proyek seluruh pelosok nusantara. Keseriusan Abipraya dalam menerapkan BIM ini pun dilakukan dengan membentuk Tim BIM Task Force di tiap unit bisnis Perusahaan. Tim tersebut dibentuk untuk mengawal proses tender. Sementara pada pelaksanaannya, tim Task Force akan memberikan pemahaman BIM kepada pelaksana dengan cara pendampingan pada masa awal proyek.

Digitalisasi dalam pelaksanaan tersebut juga menerapkan konsep lean construction yang aplikasinya memanfaatkan data BIM. Metode lean construction difokuskan untuk menghilangkan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah atau dianggap sebagai pemborosan. Hal ini sekaligus memberikan efek positif pada ketepatan waktu penyelesaian, kualitas, dan biaya operasional yang dikeluarkan.

Beberapa proyek Abipraya yang sudah berjalan dengan teknologi BIM, yakni Proyek Rumah Susun (Rusun) Ujung Menteng, Proyek Gedung Kantor LPPNI Airnav, Proyek Rusun Cakung Cilincing, Proyek CY Banjarmasin, Proyek Jembatan Sungai Rahabangga dan Proyek Jembatan Sungai Asera.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Miftakhul Anas ikut menghadiri ajang tersebut, Anas mengatakan bahwa penyiapan Insan Abipraya yang berada di proyek saat ini adalah strategi terpenting untuk menjaga performa pertumbuhan Abipraya di masa yang akan datang. Hal ini diperkuat dengan adanya pembekalan pengetahuan dan peningkatan skill terhadap penguasaan teknologi terbaru, BIM sebagai bentuk transformasi perusahaan di era 4.0.

"Keseriusan Abipraya dalam mengimplementasikan BIM dapat terlihat juga dari pedoman resmi BIM yang dikantonginya dari British Standards Institution (BSI). PT Brantas Abipraya (Persero) adalah kontraktor pertama di Indonesia yang dipersenjatai pedoman BIM tersebut," imbuhnya.

Selain BIM, sebelumnya tim IT Abipraya juga telah melahirkan inovasi teknologi baru lainnya, salah satunya adalah platform Abipraya Mobile. Platform ini dapat mengintegrasikan semua fungsi IT Abipraya di dalamnya.

"Semoga perolehan tiga penghargaan ini tak membuat Abipraya puas dan berhenti berinovasi, karena kami sadari BIM dan inovasi-inovasi kami sebelumnya berhasil dapat menggenjot kinerja perusahaan. Prestasi ini pun tak lepas dari kerja keras Insan Abipraya dan tentunya akan terus memberikan semangat para Insan Abipraya dalam berkarya memberikan yang terbaik," pungkas Bambang.

(mul/mpr)