Dialog Warga-Polisi soal Demo Masjid NTB Ditutup: Sepakat Salat di Rumah

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2020 08:48 WIB
Dialog Warga-Polisi soal Demo Masjid NTB Ditutup: Sepakat Salat di Rumah
Foto: dok. Istimewa
Lombok Barat -

Warga Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), berdemo di depan Masjid Jami' Shaleh Hambali karena keberatan dengan kebijakan penutupan masjid selama pandemi Corona (COVID-19). Polisi dan perangkat daerah setempat berdialog untuk mencari jalan tengah.

"Tercapainya kesepakatan bahwa pelaksanaan salat Jumat dan Tarawih ditiadakan untuk sementara waktu dan diganti dengan salat berjemaah di rumah masing-masing," ujar Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo dalam keterangannya, Jumat (1/5/2020).

Bagus menyebut pihaknya sama sekali tidak bermaksud melarang warga beribadah di masjid. Namun, karena situasi pandemi Corona, masyarakat diimbau mengikuti kebijakan pemerintah untuk beribadah di rumah masing-masing untuk menekan angka penyebaran virus.

"Kami meminta agar digantikan dengan melaksanakan salat di rumah masing-masing dan semestinya masyarakat mengikuti imbauan pemerintah secara sukarela, agar secara bersama dengan pemerintah menghentikan penyebaran COVID-19 dan imbauan ini dilakukan semata-mata karena pemerintah sangat sayang pada masyarakat agar tidak tertular oleh virus Corona," kata Bagus.

Perwakilan Kepala Dusun Desa Bengkel, Zulkarnain, menyampaikan demo tersebut dilakukan warga secara spontan karena ingin beribadah di masjid. Mereka menuntut pelaksanaan salat Jumat tetap dilakukan di masjid.

Setelah diajak berdialog, warga tetap melaksanakan salat Jumat di masjid pada Jumat (1/5). Syaratnya, warga mempersingkat waktunya dan sepakat melaksanakan salat-salat berikutnya di rumah.

"Kami minta pelaksanaan salat Jumat hari ini (kemarin) tetap dilaksanakan, namun akan dipersingkat waktu pelaksanaannya, dan kami berjanji akan mensosialisasikan surat keputusan bersama kepada masyarakat secara door to door dan pendekatan secara hati ke hati," tuturnya.

Dialog tersebut berlangsung di kantor Camat Labuapi pada Jumat (1/5) siang. Dalam dialog tersebut turut hadir Dandim 1606/Lobar Kol Czi Efrijon Kroll, Danramil Gerung Iptu Inf Maturidi, Kepala Desa Bengkel, dan Kepala Desa Karang Bongkot.

Sebelumnya, video warga berkumpul di halaman sebuah masjid viral di media sosial (medsos). Warga disebutkan berkeberatan atas keputusan penutupan masjid untuk pelaksanaan salat Tarawih dan jumatan.

Dalam video berdurasi 26 detik tersebut, tampak warga berkumpul dan meminta masjid dibuka. Video tersebut diambil pada malam hari.

"Buka, buka, buka," demikian ucap warga dalam video tersebut.

Simak video Warga Nekat Tarawih, Listrik Masjid di Parepare Diduga Diputus:

(isa/maa)