KKP Bagikan Benih Ikan Lele dan Udang Hasil Riset ke Pembudidaya

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 22:42 WIB
KKP
Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendistribusikan benih ikan lele Mutiara (Mutu Tinggi Tiada Tara) dan udang galah GI MAKRO II ke pembudidaya Karawang dan Tasikmalaya. Produk tersebut merupakan hasil riset dan inovasi Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI), Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP.

Ikan lele Mutiara dan udang galah GI MACRO II (Genetic Improvement Macrobrachium rosenbergii II) merupakan pengembangan ikan dan udang air tawar dengan kualitas yang ditingkatkan. Ikan lele MUTIARA yang dikembangkan pada tahun 2015 memiliki performa pertumbuhan yang lebih cepat serta lebih tahan terhadap serangan penyakit. Sementara itu, udang galah GI MAKRO II telah dirilis sejak tahun 2014, memiliki keunggulan cepat tumbuh.

"Komoditas ikan dan udang galah unggulan hasil riset pemuliaan BRPI telah banyak digunakan dan didistribusikan tersebar di seluruh kabupaten dan provinsi di Indonesia," ujar Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja dalam keterangan tertulis Jumat (1/5/2020).

"Kami pun kembali mendistribusikan ikan unggul dalam rangka kegiatan riset uji multilokasi dengan tujuan untuk menguji secara langsung ikan hasil riset pemuliaan, mempercepat persebaran ikan unggul kepada masyarakat, serta membantu meningkatkan perekonomian pembudidaya perikanan," imbuhnya.

Diungkapkannya, pada kegiatan uji multilokasi ikan lele Mutiara, dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Kabupaten Karawang. Ikan lele Mutiara didistribusikan kepada banyak Lele Farm di Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, sebanyak 500 ribu ekor larva.

Untuk kegiatan uji multilokasi udang galah GI MACRO II langsung kepada pembudidaya ikan di Desa Cisayo, Kecamatan Cisayo, Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 100 ribu ekor post larva.

Kepala BRPI, Joni Haryadi, menyampaikan bahwa saat ini, kegiatan riset ikan lele Mutiara dan udang galah Galah MACRO II telah sampai pada generasi ke-3 dan ke-4. Lele Mutiara generasi ke-3 ini memiliki performa pertumbuhan yang lebih cepat serta lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Sementara udang galah GI MACRO II telah berhasil dikembangkan dengan hasil seleksi dari 4 generasi dengan unggulan 32 persen lebih cepat dari pada udang galah pembanding.

"Dengan tetap berjalannya riset dan distribusi benih unggul diharapkan dapat memberikan keuntungan serta meningkatkan pendapatan masyarakat budidaya. Dalam pelaksanaanya, pendistribusian benih lele Mutiara dan udang galah GI MACRO II pun dilakukan sesuai SOP dalam menangkal wabah COVID-19," jelas Joni.

Di samping itu, para peneliti BRPI juga melaksanakan observasi kegiatan dan pendampingan terhadap pembudidaya ikan dan udang galah di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Tasikmalaya yang dilakukan secara oniline sehingga dapat terpantau perkembangannya.

(prf/ega)