Pihak Pelapor Camat yang Bubarkan Salat Jumat: Pemda Kurang Sosialiasi

Hasrul Nawir - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 15:32 WIB
Camat di Kota Parepare, Sulsel, dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penodaan agama. Ia dilaporkan karena disebut membubarkan salat Jumat di masjid setempat.
Foto: Pembubaran salat Jumat di Parepare, Sulsel (dok. Istimewa)
Parepare -

Front Pembela Umat (FPU) Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengatakan laporan warga terkait pembubaran salat Jumat di Masjid Ar Rahma yang menyeret nama Camat Ujung, Ulfah Lanto adalah buntut dari kurang sosialiasi kepada masyarakat mengenai boleh tidaknya melakukan salat di masjid. Pihak pelapor juga mengomentari pernyataan Sekretaris MUI Sulsel yang turut angkat bicara perihal tersebut.

"Kami sesalkan pernyataan Sekretaris MUI Sulsel, dalam hal ini Prof Gholib, tanpa didahului tabayun dan memperhatikan duduk masalahnya, seolah-olah mengerti duduk perkaranya, apa yang terjadi," terang Sekretaris FPU Kota Parepare, Abdul Rahman Saleh, Jumat (1/5/2020).

Pelaporan penodaan agama, kata pria yang akrab disapa Arsal ini, merupakan dampak dari beberapa kejadian sebelumnya terkait surat edaran Wali Kota Parepare. Dirinya mengaku berkali-kali hendak menemui Wali Kota namun keinginannya tak terpenuhi.

"Ini adalah dampak dari terbitnya surat edaran Wali Kota. Beberapa kali kami mau bertemu Wali Kota, tapi tidak terpenuhi untuk mempertanyakan edaran tersebut," paparnya.

Dalam surat edaran tersebut, lanjut Arsal, tidak ada larangan untuk melaksanakan salat Jumat. Arsal menuturkan yang ada hanya berupa imbauan.

"Apa yang dilakukan tidak sesuai surat edaran dengan tidak ada larangan, justru menjurus ke bentuk penodaan dan tidak memiliki etika. Karena orang masuk masjid harus wudhu dulu sementara khatib sudah khotbah lalu dibubarkan. Itu yang tidak dipahami oleh Pak Prof," terangnya.

Penasehat hukum FPU, Makmur Raona menambahkan surat edaran tersebut memberikan dampak kepada MUI dan masyarakat karena keluar tanpa koordinasi yang baik.

"Ini akibat kurangnya sosialisasi. Harus jelas apakah ini imbauan atau larangan. Kami mohon kepada elemen masyarakat, kalau mau tahu kejadiannya, konfirmasi. Jangan hanya melihat satu sisi, apa yang terjadi itu dari akibat dampak yang sebelumnya terjadi," tandasnya.

Camat di Parepare Bubarkan Jumatan? Ini Faktanya:

Selanjutnya
Halaman
1 2