53 Nakes RSUP Sardjito Dites Swab, IDI: Itu Pentingnya Kejujuran Pasien

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 06:51 WIB
RSUP dr Sardjito Yogyakarta
Foto: RSUP dr Sardjito Yogyakarta (Jauh Hari/detikcom)
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali mengimbau agar pasien terkait virus Corona (COVID-19) jujur soal kondisi yang tengah dialaminya. IDI menyebut hal itu demi mencegah penularan virus Corona kepada tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan.

"Soal pentingnya setiap pasien menyampaikan secara terbuka, jujur, dan terus terang mengenai kondisinya itu sudah sering diimbau untuk itu. Pemerintah dan semua pihak dalam setiap kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat bisa menilai diri masing-masing. Terkait risiko atau kemungkinan menderita COVID-19 berdasarkan gejala, riwayat perjalanan, dan riwayat kontak sebelumnya," ujar Hums IDI, Halik Malik saat dihubungi, Kamis (30/4/2020).

Halik menekankan bahwa virus Corona bukanlah sebuah aib. Lebih baik, sebut dia, pasien jujur demi mencegah penularan.

"Penyakit COVID-19 bukan lah aib dan tidak ada diskriminasi dalam penanganannya. Jadi, lebih baik terbuka biar nyawa sendiri selamat karena cepat ditangani dan tidak menularkan ke orang lain, karena segera diantisipasi oleh petugas," sebut Halik.

Halik mengatakan, sudah seharusnya pasien menyampaikan kondisi kesehatannya pada saat melakukan konsultasi. Selain itu, IDI meminta fasilitas kesehatan melakukan pengecekan yang ketat.

"Kemungkinan, ada pasien yang tidak mengetahui apakah ada riwayat kontak dengan pasien COVID-19. Tapi, terkait kondisi kesehatannya sendiri harus disampaikan apa adanya," terang Halik.

"Saat ini orang tanpa gejala cukup banyak, banyak yang tidak mengetahui sebelumnya kalau dirinya sudah tertular. Oleh karena itu screening perlu lebih diperketat di setiap fasilitas kesehatan," imbuhnya.

Simak juga video Agar Pandemi Berakhir, Nakes Wisma Atlet Minta Masyarakat di Rumah:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2