Kemenhub Fasilitasi Pulangnya 375 ABK Carnival Splendor

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 22:13 WIB
ABK MV. Carnival Splendor
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Setelah sebelumnya telah memfasilitasi pemulangan Anak Buah Kapal (ABK) dari MV. Artania dan MV Dream Explorer, Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali bekerja sama dengan Gugus Tugas COVID-19 Nasional dalam memfasilitasi pemulangan ABK MV. Carnival Splendor melalui Pelabuhan Tanjung Priok hari ini.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko, mengatakan bahwa kapal pesiar dengan home base di Australia ini mengangkut sebanyak 375 Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai kru di kapal tersebut.

"Sebanyak 375 orang sudah berhasil kita evakuasi dari MV Carnival Splendor dengan menggunakan 4 unit Sea Rider untuk kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan yang ketat sesuai dengan protokol penanganan COVID-19 yang dikeluarkan WHO," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2020).

Wisnu menambahkan, pihaknya juga telah menyediakan 14 unit bus untuk mengangkut para ABK ke lokasi karantina yang telah disediakan oleh pihak Principal.

"Meskipun hasil rapid test kepada 375 ABK tersebut negatif, namun sesuai dengan protokol Gugus Tugas COVID-19, mereka harus tetap menjalankan karantina atau isolasi mandiri di tempat yang telah disediakan oleh principal kapal," ujarnya.

Karantina atau isolasi mandiri tersebut akan dijalani oleh para ABK tersebut selama 14 hari di lokasi yang sudah disediakan oleh pihak principal dengan pengawasan dan pengawalan dari petugas kesehatan dan personil keamanan dari TNI/POLRI.

"Selesai karantina, para ABK akan kembali menjalankan test COVID-19, dan apabila hasilnya negatif, mereka dapat dipulangkan ke daerah asal masing-masing," pungkasnya.

"Kami akan berkoordinasi untuk menetapkan 3 titik lokasi debarkasi bagi para PMI tersebut melalui Pelabuhan Batam, Pelabuhan Benoa, serta Pelabuhan Tanjung Priok dengan memperhatikan komposisi asal daerah ABK/PMI, kesiapan Daerah terkait dalam hal sarana prasarana untuk melakukan Protokol COVID-19," imbuhnya.

Pemulangan ABK yang telah difasilitasi ini baru sebagian dari total 20.042 orang ABK yang tersebar di 154 kapal pesiar di dunia. Hingga saat ini, menurut Wisnu pihaknya sudah mendapatkan data 20 unit Kapal Pesiar yang akan melakukan repatriasi sebanyak 2.400 orang ABK melalui jalur laut.

Terkait hal ini, pemerintah telah membentuk Organisasi Tugas Satgas Bersama Repatriasi ABK/PMI Kapal Pesiar yang terdiri dari instansi dan Kementerian terkait, antara lain pihak Principal/Agen, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemenko Marvest, Kementerian Keuangan, TNI dan POLRI, serta Pemerintah Daerah.

Adapun sebanyak 375 WNI yang bekerja sebagai kru di MV Carnival Splendor terdiri dari 348 orang laki-laki dan 27 orang perempuan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain 190 orang berasal dari Bali, 83 orang dari Yogyakarta, 59 orang dari Surabaya, 42 orang dari Jakarta, dan 1 orang dari Makassar.

(mul/ega)