"Karena Allah Swt sebagaimana diperkenalkan kepada kita melalui al-asma' al-husnya-Nya, bukan sosok Maha Mengerikan untuk ditakuti, tetapi lebih menonjol sebagai Tuhan Maha Pencinta dan Maha Penyayang," ujarnya.
Dalam perspektif tasawuf, al-asma' al-husna tidak hanya menunjukkan sifat-sifat Allah SWT, tetapi juga menjadi titik masuk untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada-Nya. Setiap orang dapat mengakses dan mengidentifikasikan diri dengan nama-nama tersebut. Seseorang yang pernah berlumuran dosa lalu sadar, dapat menghibur diri dan membangun rasa percaya diri dengan mengidentifikasi diri dengan nama al-Gafur (Maha Pengampun) dan al-Tawwab (Maha Penerima Taubat), sehingga orang tetap mempunyai harapan dan tidak perlu kehilangan semangat hidup.
Simak selengkapnya detik kultum Prof. Nasaruddin Umar: Mencontoh Sifat-sifat Allah di video berikut ini:
(eny/erd)











































