Dilarang Beroperasi, 100 Sopir Nginap di Kantor Gubernur Sulsel

Dilarang Beroperasi, 100 Sopir Nginap di Kantor Gubernur Sulsel

- detikNews
Kamis, 15 Des 2005 22:03 WIB
Makassar - Sekitar 100 orang sopir pete-pete trayek Makassar-Maros-Pangkep, menginap di kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (15/12/2005) malam. Aksi ini dilakukan sebagai protes rencana pemerintah provinsi yang akan melarangan trayek ini beroperasi di dalam kota Makassar. Bukan hanya menginap, ratusan sopir ini pun turut membawa mobilnya dan diparkir di halaman kantor Gubernur. Akibatnya, dari luar gedung nampak puluhan mobil pete-pete yang memenuhi jalan masuk ke halaman kantor gubernur. Para sopir ini sebenarnya menuntut Pemprov mengurungkan niatnya itu."Kalau kami hanya sampai perbatasan kota Makassar, sama saja membiarkan kami tidak dapat uang untuk makan," ujar Deny, salah seorang sopir trayek Maros. Dari kabar yang terendus, Pemprov memang berencana untuk melakukan pelarangan bagi angkutan antar kabupaten ini masuk hingga ke dalam kota Makassar. "Kami hanya diijinkan sampai Terminal Daya, dan dilarang lagi masuk hingga bekas terminal Panaikang," tutur Deny. Sekadar diketahui, Terminal Daya berada tidak jauh dari pebatasan Makassar-Maros. Padahal biasanya, para sopir ini mengantar penumpangnya hingga ke bekas Terminal Panaikang dan Pasar Pannampu, yang berada di dalam kota Makassar.Protes para sopir ini, sebenarnya sudah dilakukan sejak pagi tadi. Mereka menurunkan penumpang dan melakukan penurunan paksa. Setelah melakukan pemogokan, siangnya mereka ramai-ramai mendatangi Kantor Gubernur Sulsel. Namun tak dicapai kesepakatan, mereka pun menginap hingga tuntutan mereka dipenuhi. (ton/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini