Jokowi: Beberapa Negara Klaim Pulih dari Corona, Justru Alami Gelombang Kedua

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 12:38 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai masker saat melantik Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Ahmad Riza Patria resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta seusai dilantik Presiden Joko Widodo.
Presiden Jokowi. (Hafidz Mubarak A/Antara Foto)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo mengingatkan belum ada kepastian kapan virus Corona (COVID-19) benar-benar berakhir. Jokowi menyinggung beberapa negara maju yang awalnya menyatakan pulih, tapi kini mengalami gelombang kedua wabah COVID-19.

"Kita butuh kecepatan untuk keselamatan seluruh rakyat Indonesia. Memang belum ada kepastian kapan ini akan berakhir. Setiap ahli memiliki hitungan-hitungan yang berbeda mengenai pandemi COVID-19. Beberapa negara maju yang awalnya menyatakan sudah recover, sudah pulih, justru mengalami gelombang yang kedua," ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/4/2020).



Jokowi mengajak para pejabat menyiapkan berbagai skenario ringan, sedang, dan berat menghadapi COVID-19, baik di sektor kesehatan maupun sektor ekonomi. Jokowi optimistis Indonesia segera bisa melewati masalah ini.

"Dengan berbagai skenario itu, kita siapkan langkah-langkah mitigasi, baik mitigasi dampak kesehatan maupun dampak ekonomi dan sekaligus menyiapkan langkah-langkah recovery, langkah pemulihan jika penyebaran COVID-19 ini sudah bisa kita kendalikan," ucap Jokowi.



Jokowi meyakini 2021 merupakan tahun pemulihan dari wabah virus Corona. Jokowi menilai negara 'pemenang' adalah negara yang cepat mengatasi COVID-19 sekaligus cepat melakukan pemulihan.

"Saya melihat negara yang akan menjadi pemenang, bukan hanya negara yang berhasil cepat mengatasi COVID-19, tetapi juga negara yang cepat melakukan pemulihan, cepat melakukan recovery," ujar Jokowi.

(dkp/fjp)