MA Perpanjang Penahanan tapi Rommy Dibebaskan, Ini Penjelasan PN Jakpus

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 12:32 WIB
Terpidana mantan Ketua Umum PPP Muhammad Rommahurmuziy (kedua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) K4, di Gedung KPK , Jakarta, Rabu (29/4/2020)).  Rommy yang terjerat kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) 2019, dinyatakan bebas usai terbit penetapan pembebasan Mahakamah Agung (MA) pasca putusan tingkat banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memotong hukuman Rommy hanya menjadi satu tahun. .  ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.
Romahurmuziy saat dikeluarkan dari rutan pada Rabu, 29 April 2020 malam. (Reno Esnir/Antara)

Kepala Humas PN Jakpus, Makmur, pun memberikan penjelasan soal itu. PN Jakpus menyebut Rommy memang harus dikeluarkan karena masa hukuman yang dijalani sudah sesuai dengan putusan PT DKI.

"Yang bersangkutan demi hukum harus dikeluarkan dari tahanan karena pidana yang dijatuhkan oleh PT selama 1 tahun sudah sama dengan masa penahanan yang telah dijalani," kata Makmur, Kamis (30/4/2020).

Sedangkan untuk penetapan MA yang memerintahkan perpanjangan masa penahanan untuk Rommy dijelaskan Makmur sebagai berikut:

"Perpanjangan penahanan yang dikeluarkan oleh MA berlaku untuk penahanan selama 2 hari karena berdasarkan perhitungan masa tahanan telah sesuai dengan masa pidana yang dijatuhkan," kata Makmur.

Namun bebasnya Rommy ini belum berkekuatan hukum tetap karena KPK telah mengajukan kasasi. Apabila nanti kasasi KPK diterima dan MA memberikan putusan lebih dari 1 tahun penjara, Rommy bisa kembali ke sel.

Halaman

(ibh/dhn)