Ical: Ada 3 Faktor Penyebab Rawan Pangan di Yahukimo

Ical: Ada 3 Faktor Penyebab Rawan Pangan di Yahukimo

- detikNews
Kamis, 15 Des 2005 18:09 WIB
Jakarta - Menko Kesra Aburizal Bakrie keukeuh mengatakan tidak ada wabah kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Papua.Menurut dia yang ada adalah situasi rawan pangan yang disebabkan oleh tiga faktor. Demikian disampaikan oleh Aburizal Bakrie saat jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (15/12/2005), tentang hasil kunjungannya ke tiga wilayah di Yahukimo yakni Yakemei, Domoi, dan Karupon.Menurut Ical, masalah yang terjadi adalah tidak adanya makanan utama di daerah tersebut. "Tanaman kubis, pisang, dan jagung tumbuh dengan baik di sana. Ternak babi juga dalam keadaan sehat. Tapi ubi jalar sebagai makanan utama tidak ada," kata Ical. Ical mengatakan situasi rawan pangan yang terjadi di Yahukimo karena kombinasi tiga faktor. Pertama, curah hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir, sehingga tanaman ubi-ubian yang ditanam dengan pola peladangan berpindah dan tanpa mekanisme lumbung menjadi gagal. Kedua, kelapa hutan musiman kebetulan sedang booming sehingga dengan mudah penduduk mengganti konsumsi sehari-hari dengan makanan tersebut. Namun sayangnya musim kelapa liar sangat singkat sedangkan penduduk sendiri sudah terlanjur mengabaikan penanaman ubi-ubian seperti yang biasa mereka lakukan.Ketiga, faktor pemekaran wilayah dan pilkada, dimana infrastruktur pemerintahan masih sangat minimal. Bupati dan wakilnya baru menjabat dua bulan mengakibatkan situasi rawan pangan yang sebenarnya laporannya sudah masuk beberapa bulan lalu tidak memperoleh respons cepat dan semestinya.Dalam jangka pendek, pemerintah akan mengfokuskan pada pencegahan agar bahaya kelaparan tidak terjadi. Karena itu dalam 4 bulan ke depan bantuan makanan terutama bahan makanan utama akan terus dilanjutkan. Pembuatan lumbung akan dilakukan di beberapa wilayah yakni di sepuluh pedesaan dan masing-masing satu di Wamine dan Dekay.Akan dikembangkan pula sarana komunikasi radio atau SSB (Single Side Band) yang sekarang sudah berada di 35 desa akan ditambah ke 56 desa lagi. Pemerintah juga akan menerjunkan penyuluh pertanian untuk tinggal di sana selama 3 tahun untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan cara bercocok tanamn paling lambat, dimana bulan depan sudah mulai dikirim.Untuk jangka panjang, akan dilakukan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan yang anggarannya direncanakan akan dimasukkan dalam APBN 2006 atau 2007. Selain itu akan diciptakan pusat pertumbuhan di Wamena dan Dekay agar terjadi migrasi natural. Selain itu akan diberdayakan Kabupaten Yahukimo sebagai wilayah administrasi baru. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads