Gara-Gara Seragam Pramuka Basah, Siswi SD Gantung Diri
Kamis, 15 Des 2005 18:02 WIB
Yogyakarta - Kasus bunuh diri pelajar sekolah dasar kembali terulang. Awang Aditya (10),siswi kelas IV SD Siyono III, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, gantung diri. Diduga, aksi nekad ini dilakukan gara-gara takut dimarahi guru karena tidak memakai seragam Pramuka. Duhh.. Awang yang tinggal di Desa Logandeng, Playen itu nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kamarnya mengunakan ikat pinggang, Kamis (15/12/2005) dinihari.Orang yang pertama kali menemukan korban adalah adik kandungnya, Andang Wijaya (7), sekitar pukul 06.15 WIB. Saat itu, Andang hendak mengajak kakaknya berangkat ke sekolah. Ketika melihat tubuh kakaknya tergantung di salah satu tiang yang ada dikamar, Andang langsung menangis menjerit-jerit sambil memanggil ibunya Dwi Mulyani (35). Awang mengikat lehernya dengan menggunakan ikat pinggang warna hitam.Melihat anak tercintanya tewas, Dwi kontan menjerit dan pingsan. Ayah Awang, Suwarno, yang sedang tidur sontak terbangun mendengar jeritan itu. Suwarno bersama beberapa tetangga langsung masuk ke kamar dan memberikan pertolongan. Beberapa orang tetangga ikut menurunkan jenazah korban dan langsung dibawa ke RSU Sardjito, Yogyakarta, untuk diotopsi. Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Kodrat ketika dihubungi detikcom mengatakan, orang yang pertamakali mengetahui kejadian itu adalah adik kandung korban, Andang Wijaya. Berdasarkan keterangan Andang, padapukul 04.30 WIB, dirinya sudah bangun dan langsung mandi. Pada waktu itu Awang juga bangun dan hendak pergi mandi. Ibu korban, Dwi Mulyani, sedang berada di dapur untuk menyiapkan sarapan. Sedangkan Suwarno masih tertidur pulas. Usai mandi dan menyiapkan perlengkapan sekolah, Awang mencari seragam pramukanya. Dan ternyata rok pramuka yang ingin dipakai masih belum kering sehabis dicuci. Beberapa hari terakhir ini, hujan cukup lebat kerap mengguyur Gunungkidul.Menurut Kodrat, korban sempat meminta ibunya mencarikan pinjaman seragam rok pramuka pada teman atau tetangga terdekat. "Kemungkinan korban bunuh diri karena takut dimarahi gurunya kalau tidak memakai seragam," katanya.Menurut Kodrat, pihaknya sudah meminta keterangan terhadap kedua orangtuanya hingga pukul 12.00 WIB. Setelah dimintai keterangan, kedua orangtuanyadiperbolehkan pulang. Sedangkan yang mengurus di rumah sakit dan pemakaman adalah keluarga dan beberapa orang tetangga karena kedua orangtuanya masih shock.
(ton/)











































