Ancam Kebebasan Pers, Kalla Diminta Hati-hati Bicara
Kamis, 15 Des 2005 17:30 WIB
Jakarta - Pemerintah diminta memperbaiki citranya. Jika pemerintah tidak ingin ada berita jelek, maka jangan ada keburukan. Sehingga tidak ada pernyataan yang berlebihan dari Wapres Jusuf Kalla yang ditujukan kepada pers. "Kalla harus hati-hati dalam menyampaikan pernyataannya," kata anggota Komisi II DPR RI dari FKB Saefullah Maksum di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (15/12/2005).Saefullah menyatakan hal itu menanggapi pernyataan Kalla yang meminta agar pers memberitakan yang baik-baik saja.Menurut Saefullah, jika pemerintah ingin pers Indonesia memberitakan yang baik-baik, pemerintah harusnya serius menjalankan amanat rakyat untuk membuat kebijakan-kebijakan yang bisa menyejahterakan rakyatnya. "Kalau tidak ingin berita yang buruk ya jangan ada keburukan di pemerintah," tandasnya.Pers, imbuh dia, merupakan pilar utama demokrasi. Karenanya jika pers sudah dibungkam, maka gembor-gembor demokrasi tidak akan bermakna apa-apa.Dia menilai kepemimpinan SBY-JK saat ini cenderung represif terhadap dunia pers dan menyepelekan kekuatan publik dengan membuat pernyataan yang kontroversial. Karenanya, ia mengimbau agar pemerintah, khususnya Kalla, berhati-hati dalam menyampaikan pernyataannya.
(umi/)











































