Dengan Sekoci, Kemenhub Pulangkan 350 ABK Kapal Pesiar Dream Explorer

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 18:47 WIB
Ditjen Perhubungan Laut
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bekerja sama dengan Gugus Tugas COVID-19 Nasional memulangkan 359 WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) MV Dream Explorer. Seluruh ABK akan menjalani rapid test dan dikarantina sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Hari ini sebanyak 359 orang ABK kapal MV Dream Explorer diangkut menggunakan sekoci ke Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko dalam keterangannya (29/4/2020).

Wisnu mengatakan meskipun kapal MV Dream Explorer tidak memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terpapar COVID-19, tetapi seluruh ABK akan tetap melalui proses pemeriksaan kesehatan yang ketat sesuai dengan protokol penanganan standar dari WHO.

"Kami bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Satgas COVID-19 telah melakukan rapid test kepada seluruh ABK tersebut," ungkap Wisnu.

"Namun demikian, untuk mengantisipasi apabila Wisma Atlet tidak bisa menampung, pihak principal juga telah menyediakan tempat penampungan untuk karantina bagi para ABK sebelum kemudian dikembalikan ke tempat asal masing-masing," jelas Wisnu.

Wisnu menambahkan pihaknya telah menyediakan sebanyak 18 unit bus untuk mengangkut para ABK menuju tempat karantina untuk melakukan isolasi selama 14 hari. Sebagaimana yang diberlakukan kepada ABK MV Artania, seluruh ABK MV Dream Explorer, baik yang hasil rapid test-nya positif atau negatif juga akan dikarantina di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet.

MV Dream Explorer, jelas Wisnu, adalah kapal pesiar yang melayani pelayaran dari Shanghai, Sydney, dan Auckland. Sebanyak 359 orang WNI yang terdiri dari 54 orang wanita dan 305 orang laki-laki bekerja sebagai kru di kapal tersebut.

"Selain MV Artania dan MV Dream Explorer, sesuai hasil rapat dengan Gugus Tugas COVID-19 dan pihak-pihak terkait, besok kami akan kembali memfasilitasi pemulangan sebanyak kurang lebih 374 ABK kapal MV Carnival Splendor," tukasnya.

Wisnu beranggapan, fasilitasi pemulangan WNI yang bekerja sebagai ABK di kapal pesiar ini merupakan wujud kehadiran dan tanggung jawab pemerintah kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) di tengah merebaknya pandemi COVID-19 di seluruh dunia.

"Pemulangan para PMI ini tentunya tidak dapat berhasil tanpa kerjas ama yang baik antara kementerian, instansi, maupun pemerintah daerah terkait," tutup Wisnu.

Adapun giat pemulangan ABK MV Dream Explorer ini merupakan kerja sama dari berbagai instansi, antara lain Syahbandar Utama Tanjung Priok, Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Lantamal TNI AL, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), KKP Tanjung Priok, Imigrasi Tanjung Priok, Polres Tanjung Priok, serta GM Pelindo II (Persero).

(mul/mpr)