Bupati Bogor: Nggak Usah Ngabuburit, Bisa Terjadi Penyebaran COVID-19

Sachril Agustin B - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 14:55 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin
Bupati Bogor Ade Yasin (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Kabupaten Bogor -

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) diperpanjang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ingin masyarakat bisa lebih taat anjuran pemerintah.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan kurva penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bogor masih tinggi. Dia pun mengimbau masyarakat bisa melakukan social distancing dan physical distancing.

Pada Ramadhan ini, Ade pun meminta masyarakat tidak pergi ke luar rumah bila tak memiliki kepentingan mendesak. Dia meminta masyarakat tak perlu jalan-jalan sore bersama-sama sebelum berbuka puasa (ngabuburit).

"Dan patuhi juga sekarang ini ramai ya sore-sore ngabuburit. Ini juga nggak usah dilakukan, ngabuburit, ya. Karena ini juga salah satu persebaran ya, persebaran COVID-19 melalui ngabuburit," kata Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).

Ade menambahkan masyarakat harus memakai masker bila keluar dari rumah. Protokol PSBB harus tetap dilakukan.

Pada penerapan PSBB ini, masyarakat yang tidak memakai masker saat berkendara akan dipaksa putar balik. Bila melanggar lalu lintas, polisi akan melakukan penilangan.

"Jadi masyarakat juga harus paham ya, ini untuk kebersamaan supaya masyarakat sehat. Jadi kita harus patuh terhadap aturan yang sudah diterapkan dalam PSBB," tandasnya.

Tonton video Puasa Milenial oleh Ustaz Hanan Attaki:

(jbr/jbr)