Round-Up

Sindiran Ditujukan ke Ketua KPK Gegara Tak Koar-koar Pamer Kinerja

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 08:58 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri berkunjung ke kantor BPK
Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kerja senyap yang digaungkan Ketua KPK Firli Bahuri berbuah kritik. Firli dinilai tidak membaca utuh perintah Undang-undang KPK agar terbuka pada publik.

Bermula dari penangkapan dua tersangka baru dalam kasus dugaan suap proyek di Dinas PUPR Muara Enim. Kedua tersangka itu ditangkap pada Minggu (26/4), lalu diumumkan keesokan harinya, Senin (27/4).

Tersangka yang diciduk yakni Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan Plt Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi. Keduanya terlibat dalam kasus korupsi yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani.

Penangkapan dua tersangka merupakan pengembangan kasus Ahmad Yani. Yang membedakan di era Firli, penangkapan itu dilakukan tanpa mengumumkan penetapan tersangka terlebih dahulu.

Firli menjelaskan penangkapan tanpa mengumumkan status tersangka itu merupakan ciri khas KPK di bawah kepemimpinannya. Ia menyatakan hal tersebut sebagai kerja senyap.

"Adapun penangkapan yang dilakukan tanpa pengumuman status tersangka adalah ciri khas dari kerja-kerja senyap KPK saat ini, tidak koar-koar di media dengan tetap menjaga stabilitas bangsa di tengah COVID-19," kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Senin (27/4/2020).

Jika mengingat KPK periode sebelumnya, gaya penangkapan dan pengumuman Firli bukan cara yang lumrah dilakukan lembaga anti-rasuah ini. Pada pimpinan KPK sebelumnya, penetapan status tersangka selalu diumumkan ke publik terlebih dulu. Setelah itu, KPK melakukan pemanggilan terhadap tersangka tersebut untuk menjalani pemeriksaan. Baru kemudian dilakukan penahanan jika cukup bukti.

Termasuk soal cara pengumumannya. Di era KPK sebelumn Firli, setelah dilakukan OTT hanya memamerkan barang bukti dugaan korupsi, tanpa menyertakan para tersangka.

Buntutnya, gaya baru KPK mengumumkan tersangka di kepemimpinan Firli cs ini dikomentari eks Pimpinan KPK Laode M Syarif. Dia secara terang-terangan menyebut 'cara' konferensi pers KPK dua hari lalu tidak pernah terjadi pada era sebelumnya.

"Selama 4 periode tidak pernah terjadi (menampilkan tersangka saat konferensi pers). Yang saya tahu hal yang seperti itu sering dilakukan di Polri," ujar Syarif kepada wartawan, Selasa (28/4/2020).

Simak juga video KPK Tangkap Ketua DPRD-Plt Kadis PUPR Muara Enim:

Selanjutnya
Halaman
1 2