Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa RI, Pemprov DKI: Ratusan Pompa Siaga

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 08:21 WIB
Kepala Dinas SDA DKI Juaini
Juaini (Foto: Eva Safitri-detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku sudah mengetahui prediksi BMKG terkait cuaca ekstrem yang akan terjadi di Indonesia pada 27 April-3 Mei 2020. Pemprov mengaku sudah menyiapkan petugas dan pompa untuk menghadapi itu.

"Persiapan kita sama semua Jajaran sudah kita perintahkan siap siaga, baik satgas maupun petugas pompa pompa stasioner," kata Kepala Dinas Suku Dinas Air DKI Jakarta, Juaini saat dihubungi, Selasa (28/4/2020).

Juaini memastikan pihaknya sudah menyiapkan petugas selama 24 jam untuk antisipasi terjadinya hujan. Para petugas menurutnya tetap siaga on call walau kondis masih pembatasan sosial berskala besar.

"Semua siap ke lapangan ketika terjadi hujan meskipun saat ini sebagian besar masih kondisi WFH tapi tetap (siaga) on call ketika dibutuhkan," ucap Juaini.

Kemudian Juaini juga memastikan ratusan pompa telah siaga di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pompa tersebut akan siap difungsikan jika diperlukan.

"Pompa stasioner ada 478 unit di 176 rumah pompa, untuk pompa mobile ada186 unit di 5 wilayah," ujarnya.

Seperti diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan diguyur hujan lebat pada 27 April hingga 3 Mei 2020. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk tetap waspada.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil di wilayah Indonesia dapat terjadi beberapa hari ke depan dan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia," ujar Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Herizal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2020).

"Kondisi tersebut dipicu oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan sirkulasi siklonik di sekitar Laut Jawa bagian barat serta di perairan utara Maluku dan Papua Barat yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin (konvergensi)," imbuhnya.

Suhu di Indonesia Terasa Lebih Panas, Ini Penjelasan BMKG:

(maa/idn)