Tinggalkan 3 Istri di Tasik, Qasim Berangkat Haji

Catatan Haji

Tinggalkan 3 Istri di Tasik, Qasim Berangkat Haji

- detikNews
Kamis, 15 Des 2005 15:02 WIB
Tinggalkan 3 Istri di Tasik, Qasim Berangkat Haji
Madinah - Qasim memang berani tampil beda. Bayangkan, di usia yang ke-39, warga asal Cikatomas, Tasikmalaya, Jawa Barat, ini sudah memiliki 3 istri. Kini, demi berhaji, Qasim untuk sementara rela meninggalkan tiga belahan jiwanya itu di kampung halaman. Saat ditemui reporter detikcom, Arifin Asydhad, Rabu (14/12/2005) dilantai 12 Hotel Sanabel, Madinah, Qasim tampak murung. Maklum, dia baru saja menjadi korban kebakaran Hotel Dallah. Semua barangnya musnah dilalap api, barang yang tersisa hanyalah baju gamis yang melekat di badannya dan peci hitam yang dikenakan di kepalanya. Uangnya yang tersisa juga hanya beberapa puluh riyal yang dikantonginya. "Selain barang-barang, uang saya berjumlah Rp 7,5 juta dan 1.050 Riyal juga tidak terselamatkan," kata Qasim yang matanya tampak berkaca-kaca. Dia berharap uangnya yang hilang itu bisa diganti oleh pihak berwenang. Petugashaji Daker Madinah juga telah mendata barang-barang dan duitnya yang hilang itu. Meski sedih, Qasim hanya pasrah mendapat musibah. "Prinsip saya, saya tidak mempermasalahkan ini. Ini mungkin takdir saja. Saya terima dengan lapang dada musibah yang menimpa saya ini," ungkap dia. Namun, kesedihan Qasim sedikit sirna saat ditanya tentang keluarganya. Disinggung soal jumlah istri dan anaknya, Qasim menjawab dengan semangat, "Istri saya tiga, anak dua". Kali ini, dia menjawab sambil tersenyum. "Ini bener, Mas," kata dia meyakinkan. Istrinya yang terakhir berumur paling muda. "Istri saya ketiga saya nikahi saat dia berumur 17 tahun, enam tahun lalu," kata Qasim. Qasim mengaku kehidupan dirinya dengan ketiga istrinya akur-akur saja. Dia melakukan poligami atas persetujuan istri-istrinya. "Saat saya menikahi istri kedua, istri pertama juga tanda tangan. Saat saya menikahi istri ketiga, dua istri saya juga tanda tangan. Tidak bisa kalau tidak ada persetujuan dari mereka," ujar dia. Qasim sehari-hari berprofesi sebagai petani. Namun tampaknya dia bukan petani kecil dan tentu saja cukup kaya. Karena itu, dia tidak sulit menghidupi ketiga istrinya. Apalagi, saat ini ketiga istrinya juga sudah berbisnis. "Istri pertama saya jual beli kayu. Istri yang lain punya toko kelontong," kata Qasim. Qasim memiliki rumah yang cukup bagus. Dua rumah ini terletak berdampingan. Satu rumah dipakai istri pertama dan kedua. Sedangkan rumah satunya dipakaioleh istri ketiganya. "Saya tinggal menggilir saja, wong rumah berdampingan. Yang penting kan adil," tutur dia. Memang, perjalanan rumah tangganya tak selalu mulus. Bahkan dia sempat akan menceraikan istri pertamanya. "Tapi, dua istri yang lain malah meminta agar tidak menceraikan. Ya sudah sekarang kami hidup tenang," kata dia. Dari istri pertama, Qasim dianugerahi 1 anak, dari istri kedua dianugerahi 1anak. Sedangkan dari istri ketiga, Qasim belum mendapat keturunan. (nrl/)


Berita Terkait