IDI Kembali Berduka, Dokter Muda di Surabaya Meninggal Positif Corona

Yogi Ernest - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 11:53 WIB
Ucapan duka cita IDI atas meninggalnya dokter Indra di Surabaya yang terpapar Corona
Ucapan dukacita IDI atas meninggalnya dokter Indra di Surabaya yang terpapar Corona. (Foto: dok. IDI)
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali berduka. Dokter Berkatnu Indrawan Jangkuk meninggal dunia karena terpapar virus Corona.

Informasi meninggalnya dokter di Surabaya itu disampaikan IDI melalui akun media sosialnya. Diketahui, sebelum meninggal dunia, dokter Indra, sapaan akrabnya, sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Soewandhi Surabaya selama sepekan terakhir.

"PB IDI turut berduka atas berpulangnya seorang dokter muda berusia 28 tahun di Surabaya yang dikenal ramah dan ceria oleh rekan-rekannya. Dokter Indra meninggal di RSUD Soewandhie Surabaya kemarin sore pukul 17.46 WIB. Beliau sempat dirawat di ruang isolasi dan di ruang perawatan intensif (ICU) RSUD Soewandhie, tapi tidak tertolong," kata Humas IDI, dr Halik Malik, ketika dihubungi detikcom, Selasa (28/4/2020).


Halik menyatakan Indra dirawat karena adanya indikasi terpapar virus Corona. Dari hasil swab test yang telah dilakukan, sambung Halik, diketahui Indra positif virus Corona.

"Beliau dirawat karena salah satunya mengarah ke arah ke COVID-19. Memang sudah diperiksa swab juga dan hasilnya positif COVID-19," ujar Halik.


Lebih lanjut, Halik mengatakan belum menerima informasi terkait riwayat penyakit lainnya yang diidap Indra. Namun, dia menyebutkan sehari-hari Indra bertugas di IGD RSUD Soewandhi sejak 2017 dan turut menangani pasien virus Corona yang dirawat di rumah sakit tersebut.

"Belum ada informasi terkait hal itu soal kronologi penyakit lainnya. Yang kita ketahui beliau sehari-hari berpraktik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Soewandhi sejak tahun 2017, rumah sakit yang menangani COVID-19 juga, dan jadi memang beliau menangani pasien COVID-19 juga," pungkasnya.

IDI Sebut Kematian Terkait Corona Lebih dari 1.000, Ini Respons Pemerintah:

(azr/azr)