LSM Asing Didesak Tak Murtadkan Warga Aceh
Kamis, 15 Des 2005 13:46 WIB
Banda Aceh - LSM asing yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaannya di Aceh diminta untuk tidak melakukan aksi-aksi pemurtadan warga Aceh. Demikian salah satu pernyataan sikap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Banda Aceh ketika menggelar aksi demo di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis (15/12/2005). Pasalnya, dalam investigasi yang dilakukan HMI, sudah 17 warga Aceh di beberapa tempat yang berpindah agama karena bujukan LSM-LSM yang kini sedang bertugas di Aceh. "Bahkan mungkin lebih banyak lagi dari jumlah itu. Kami minta Pemda dan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) segera turun tangan dan mengusir NGO-NGO yang terlibat dalam pemurtadan orang-orang Aceh," teriak para demonstran. Menurut data HMI Banda Aceh, beberapa NGO yang terlibat dengan aksi pemurtadan misalnya World Vision, ISMS, Obor Berkat Indonesia, Aceh Relief, Yayasan Sosial Kreasi, ACT, CWS dan beberapa lembaga lain yang dicurigai dan tengah diselidiki. Tak hanya itu, HMI juga menyoroti tingkah polah beberapa aktivis NGO asing yang mandi-mandi di pantai. Untuk itu, HMI Banda Aceh mendesak Pemda dan BRR untuk segera mendirikan lembaga Penegak Syariat.
(nrl/)











































