Round-Up

Sudah 2 Pekan Jokowi Pasang Target Tes Corona, Pemerintah Masih Berupaya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 08:05 WIB
Presiden Jokowi dalam ratas program mitigasi dampak COVID-19 terhadap UMKM
Presiden Jokowi (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Target Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal 10 ribu tes virus Corona (COVID-19) per hari masih belum terealisasi. Pemerintah masih berupaya untuk mencapai target tersebut.

Target itu awalnya disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) Laporan Gugus Tugas COVID-19 yang disiarkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, 13 April 2020. Tes yang ditargetkan Jokowi adalah tes melalui alat Polymerase Chain Reaction (PCR), metode yang lebih akurat ketimbang melalui tes cepat (rapid test).

Saat itu, perusahaan pelat merah sudah mengadakan 18 unit alat tes PCR. Maka dengan tersedianya itu, 10 ribu tes per hari bisa terlaksana.

"Saya ingin agar setiap hari paling tidak kita bisa mengetes lebih dari 10 ribu," kata Jokowi.

Ketersediaan alat PCR saja sebenarnya belum cukup. Perlu ada reagen atau zat kimia yang dibutuhkan untuk memroses spesimen sebelum masuk PCR. Sayangnya di era pandemi COVID-19 seperti ini, banyak orang yang memburu reagen. Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menilai Indonesia mengalami 'krisis reagen', karena sejumlah laboratorium terpaksa menghentikan pengetesan gara-gara kehabisan stok reagen.

Akhirnya, reagen-reagen didatangkan. Pemerintah sudah memesan 15 ribu reagen dari Korea Selatan. Pada 24 April, 400 ribu reagen mendarat di negara ini.

"Sampai dengan pukul 12.00 tanggal 24 April hari ini, kami melaporkan bahwa sudah 45 laboratorium yang operasionalnya setelah distribusi reagen diterima dan bisa digunakan untuk melaksanakan pemeriksaan," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto lewat siaran langsung kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (24/4/2020).

Usia Hidup Pasien Corona Disebut Bisa Terpangkas hingga 13 Tahun: