Komentar Pedas Presiden Iran Undang Kemarahan Dunia Barat
Kamis, 15 Des 2005 13:15 WIB
Jakarta - Komentar pedas Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengenai pembantaian kaum Yahudi dikecam keras oleh pemerintah AS dan Uni Eropa.Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Ahmadinejad mencetuskan bahwa peristiwa pembantaian kaum Yahudi (Holocaust) oleh rezim Nazi Jerman dalam Perang Dunia hanyalah mitos belaka.Apalagi sebelumnya Ahmadinejad juga menyerukan bahwa Israel seharusnya dipindahkan ke Eropa. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (15/12/2005)."Saya pikir semua pemimpin bertanggung jawab di komunitas internasional mengetahui bagaimana kasarnya komentar seperti itu," cetus juru bicara Gedung Putih Scott McClellan.Kecaman juga datang dari Uni Eropa, yang telah memimpin upaya untuk merundingkan kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklirnya. "Komentar itu sama sekali tidak bisa diterima dan kami mengutuk keras. Komentar seperti itu tidak punya tempat dalam perdebatan politik yang beradab," ujar Menteri Inggris untuk Urusan Eropa Douglas Alexander.Menurut pejabat-pejabat Barat, sosok Ahmadinejad justru memperkuat kecurigaan mengenai ambisi nuklir Iran."Komentar dan pernyataannya justru menekankan pentingnya komunitas internasional untuk terus bekerjasama guna mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir," tegas McClellan.Reaksi marah juga datang Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier. Menurutnya, komentar-komentar itu mengejutkan dan benar-benar tidak bisa diterima.Presiden Ahmadinejad memang kerap melontarkan statemen yang mengundang kontroversi. Pada Oktober lalu, Presiden Iran itu mencetuskan bahwa Israel harusnya dihapuskan dari peta. Pekan lalu, Ahmadinejad menyebut Israel sebagai "tumor" dan harusnya dipindahkan ke negara Jerman atau Austria.
(ita/)











































