Ada Tarawih Berjemaah di Masjid Saat Pandemi, MUI Medan: Jangan Anggap Enteng

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 27 Apr 2020 14:07 WIB
Salat Tarawih di Masjid Raya Al Mashun Medan (Haris Fadhil/detikcom)
Foto: Salat Tarawih di Masjid Raya Al Mashun Medan (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menyoroti masih adanya masjid yang menggelar salat Tarawih berjemaah di tengah masa tanggap darurat penyebaran virus Corona. MUI meminta warga tak menganggap enteng penyebaran virus Corona ini.

Ketua MUI Medan, Mohd Hatta, awalnya bicara soal kemungkinan penyebab warga masih menggelar salat Tarawih berjemaah di masjid. Dia menilai warga mulai jenuh karena masalah terkait Corona tak kunjung usai sehingga mencari ketenangan dengan ibadah ke masjid.

"Ini di tengah masyarakat kita ini sekarang kan muncul sikap akibat kejenuhan menghadapi masalah yang menurut kita juga seperti itu, nggak selesai-selesai. Akibat itu muncul semacam sikap kalau bahasanya macam perlawanan. Jadi kalau ada imbauan kita untuk tidak seperti itu tapi sebagian masyarakat di tengah kejenuhannya menganggap beribadah di masjid itu justru memberi ketenangan pada mereka," kata Hatta, Senin (27/4/2020).

Dia berharap Pemko Medan dan pihak kepolisian untuk mengambil langkah persuasif terkait masih adanya masjid yang menggelar salat Tarawih berjemaah meski Medan sudah digolongkan zona merah penyebaran corona di Sumut. Dia mengingatkan agar warga tidak anggap enteng terhadap masalah corona dan patuh terhadap prosedur pencegahan yang ada.

"Sama-sama kita berharap bagaimana bisa wabah ini berakhir segera. Tapi hati-hati saya selalu ingatkan jangan anggap enteng karena bisa berakibat pada kita semua bukan diri pribadi saja. Pada masyarakat kita imbau taati protokoler yang telah diberikan pemerintah, yang sudah disebarkan juga oleh MUI, cuci tangan, pakai masker dan bawa sajadah masing-masing," ucapnya.

Selain itu, Hatta juga meminta warga tidak menggelar buka bersama demi mengurangi potensi penyebaran virus Corona. Menurut Hatta, buka puasa bersama alias bukber bukan perintah agama sehingga tak masalah kalau tidak dilakukan.

"Berbuka bersama itu bukan merupakan perintah agama. Perintah agama itu menyegerakan berbuka. Kalau misal ada seremonial berbuka bersama itu bukan perintah agama, perintah agama itu memberikan bukaan kepada orang yang berpuasa, bersedekah jauh lebih baik," ujar Hatta.

Ada Jemaah Positif Corona, Masjid di Parepare Ditutup Sementara: