Aplikasi Mobile JKN Jamin Keamanan Rekam Medis Pasien

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Senin, 27 Apr 2020 13:08 WIB
Aplikasi Mobile JKN, Yogyakarta, Rabu (14/3/2018).
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Jakarta -

Saat ini, masyarakat khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) semakin mudah dalam mengakses layanan kesehatan. Melalui fitur konsultasi dokter yang ada pada aplikasi Mobile JKN, peserta bisa melakukan chatting konsultasi dengan dokter secara online.

Meskipun berbasis digital, Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Fasilitas Kesehatan Primer Kedeputian Bidang JPKP BPJS Kesehatan Kantor Pusat, Octovianus Ramba, mengatakan sistem ini akan tetap aman dalam menjaga rahasia rekam medis pasien.

"Selain menu chatting, dalam Mobile JKN Faskes ini terdapat fasilitas untuk konsultasi ini akan terekam dan tersimpan secara rahasia by sistem," jelasnya kepada detikhealth, Senin (27/4/2020).

Untuk mendapatkan layanan konsultasi dokter ini, peserta JKN-KIS harus men-download aplikasi Mobile JKN kemudian melakukan registrasi. Pada halaman utama akan muncul fitur konsultasi dokter. Setelah di-klik maka akan langsung muncul fitur chatting dengan dokter yang sedang bertugas.

"Jika FKTP sudah men-download aplikasi Mobile JKN Faskes, maka langsung muncul fitur chatting. Untuk konsultasi itu kan terhubung ke dokter yang bertugas di klinik itu sehingga sudah ter-setting siapa nama dokternya di situ. Nanti di situ ada jadwal dokternya, siapa yang terbuka itu yang akan terhubung," jelasnya.

Namun, lanjutnya, FKTP pasien juga harus sudah men-download aplikasi Mobile JKN Faskes untuk memberikan layanan tersebut. Hingga saat ini, tercatat 9.404 FKTP yang sudah menerapkan sistem antrean online yang artinya sudah terkoneksi dengan aplikasi Mobile JKN Faskes di FKTP-nya.

"Jadi hanya FKTP yang sudah men-download aplikasi Mobile JKN Faskes yang bisa memberikan layanan konsultasi ini. Per 26 April 2020 sudah ada ada 9.404 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang menerapkan antrean online yang terkoneksi ke Aplikasi Mobile JKN, yang berarti sudah 47 persen dari target tahun 2020," tandasnya.

Tonton juga video Kota Malang Bersama BPJS Kesehatan Semangat Menuju Smart City Health Care:

(mul/mpr)