Kemendes: BLT Dana Desa terkait Corona Cair, dari Garut hingga Mandioli

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 26 Apr 2020 19:11 WIB
Pulau Mandioli, Maluku Utara (Danu Damarjati/detikcom)
Foto Ilustrasi: Pulau Mandioli, Maluku Utara (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa di sejumlah desa di Indonesia. Sejumlah perwakilan desa telah menerima dan mendistribusikannya ke masyarakat terdampak pandemi Corona (COVID-19).

Kemendes PDTT memperkirakan sebanyak Rp 22 triliun dana desa akan dialihfungsikan menjadi BLT dana desa. Bantuan ini akan disalurkan kepada 12 juta keluarga miskin di desa terdampak COVID-19. Adapun, pencairan BLT Dana Desa akan dilakukan selama tiga bulan kedepan.

Data terbaru pada Minggu (26/4), penyaluran BLT Dana Desa telah dilakukan di desa Lele, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Sebanyak 60 keluarga miskin telah menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu per keluarga. Adapun, perwakilan desa memberikan bantuan secara tunai, mengingat desa ini jauh dari akses perbankan.

Pulau Mandioli, Maluku Utara (Danu Damarjati/detikcom)Foto ilustrasi: Pemandangan di sudut Pulau Mandioli, Maluku Utara (Danu Damarjati/detikcom)

"Desa ini berada di pulau tersendiri dan jauh dari akses perbankan, maka pembayaran dilaksanakan secara tunai," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kemendesa PDTT Ivanovich Agusta dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (26/4/2020).

Sebelumnya, pada Jum'at (24/4) hingga Sabtu (25/4) lalu, Kepala Desa Cankuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat telah menyalurkan BLT Dana Desa secara door to door. Sebanyak 259 keluarga miskin telah menerima bantuan ini.

"APBDes yang bersumber dari dana desa sebesar 460 juta disalurkan kepada 259 keluarga miskin senilai Rp. 600 ribu per keluarga di bulan pertama," jelasnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2